Bank Indonesia Tingkatkan Kuota dan Perpanjang Jadwal Penukaran Uang Rupiah di Jawa
Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan peningkatan jumlah kuota sekaligus perpanjangan jadwal pemesanan untuk penukaran uang rupiah tahap kedua melalui aplikasi PINTAR, khusus untuk wilayah Jawa. Kebijakan ini diambil sebagai respons langsung terhadap tingginya animo masyarakat yang terlihat dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Respons atas Permintaan Tinggi Menjelang Ramadan dan Idulfitri
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan dalam keterangannya di Jakarta pada hari Minggu bahwa langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan penukaran uang yang terjadi menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri. "Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya animo masyarakat dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Program SERAMBI 2026 dirancang untuk memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh uang rupiah yang baru dan layak edar, terutama dalam rangka menyambut momen-momen keagamaan yang penting. Dengan meningkatnya kebutuhan akan uang tunai selama periode ini, BI merasa perlu untuk menyesuaikan kapasitas layanan penukaran melalui aplikasi digital mereka.
Detail Kebijakan Baru dan Implikasinya
Peningkatan kuota ini tidak hanya mencakup penambahan jumlah uang rupiah yang tersedia untuk ditukarkan, tetapi juga memperpanjang periode pemesanan, memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses layanan ini tanpa harus terburu-buru. Kebijakan ini diharapkan dapat:
- Mengurangi antrean dan kepadatan di lokasi penukaran fisik.
- Meningkatkan efisiensi dalam distribusi uang rupiah baru.
- Mendukung program SERAMBI 2026 dalam mencapai tujuannya untuk menyemarakkan Ramadan dan Idulfitri.
Dengan fokus pada wilayah Jawa, yang memiliki populasi padat dan aktivitas ekonomi tinggi, langkah ini dianggap strategis untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup selama masa permintaan puncak. BI terus memantau respons masyarakat dan siap melakukan penyesuaian lebih lanjut jika diperlukan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya BI dalam mendorong penggunaan aplikasi digital seperti PINTAR untuk transaksi keuangan, sejalan dengan tren digitalisasi perbankan yang semakin berkembang di Indonesia.