Pemkot Surabaya Gelar Aksi Bersih Pantai Kenjeran, Imbau Warga Buang Sampah Besar ke TPS
Surabaya Bersih Pantai, Imbau Sampah Besar ke TPS

Pemkot Surabaya Gelar Aksi Bersih Pantai Kenjeran untuk Peringati HPSN 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyelenggarakan aksi korve bersih pantai di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan ini mengusung tema 'Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)' dan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Imbauan Wali Kota Eri Cahyadi Terkait Sampah Rumah Tangga Besar

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. "Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sekadar tugas pemerintah," ujarnya. Eri mengimbau warga untuk tidak membuang sampah rumah tangga besar seperti lemari, kasur, sofa, atau springbed saat kerja bakti lingkungan. Sebaliknya, sampah tersebut harus dibawa langsung ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bulky waste yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya.

Lokasi TPS bulky waste di Surabaya meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Surabaya Timur: TPS Bratang, TPS Mojoarum, TPS Wisma Permai, TPS Tenggilis Utara.
  • Surabaya Barat: TPS Karangpoh, TPS Balongsari, TPS Kendung Makam.
  • Surabaya Pusat: TPS Kedunganyar, TPS Peneleh, TPS Bukit Barisan.
  • Surabaya Selatan: TPS Bintang Diponggo, TPS Bratang Lapangan, TPS Gayungsari YKP.
  • Surabaya Utara: TPS Tanah Kali Kedinding, TPS Memet, TPS Benteng.

Aturan dan Sanksi untuk Mencegah Penyalahgunaan Kerja Bakti

Eri meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menetapkan aturan ketat tentang jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti. "Saya sering keliling dan banyak melihat saat kerja bakti yang keluar dari rumah bukan sampah saluran atau ranting pohon, tapi kursi rusak dan kasur. Ini namanya bukan kerja bakti, tapi aji mumpung titip buang sampah besar," tegasnya. Untuk memberi efek jera, ia akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri untuk menerapkan denda besar bagi warga yang membuang sampah sembarangan, seperti ke sungai atau dari kendaraan.

Upaya Pengendalian Sampah di Area Pesisir dan Sungai

Meski sampah plastik di pantai mulai berkurang, sampah popok bayi masih mendominasi. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Surabaya berencana memasang pembatas sampah di tiga titik sungai (hulu, tengah, dan hilir) guna mengidentifikasi sumber sampah. "Dengan pembatas ini, kita akan tahu sampah itu kiriman atau warga lokal yang buang, supaya edukasinya bisa tepat sasaran," jelas Eri.

Komitmen Jangka Panjang dan Partisipasi Masyarakat

Kepala DLH Kota Surabaya Dedik Irianto menyatakan, peringatan HPSN di Surabaya dilakukan serentak dengan kerja bakti di Pantai Batu-batu dan wilayah lainnya. "Target kita adalah membentuk perilaku hidup bersih," kata Dedik. Ia menambahkan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi mengarahkan setiap kantor untuk melakukan korve atau pembersihan lingkungan kantor setiap pagi sebelum bekerja. Dedik mengakui bahwa kesadaran warga dalam memilah sampah semakin baik, namun tingginya mobilitas penduduk di kota besar seperti Surabaya menjadi tantangan tersendiri. "Kami berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi secara berulang karena perubahan populasi yang cepat," pungkasnya.

Aksi ini melibatkan masyarakat sekitar pesisir Pantai Kenjeran dan pemerintah daerah, mencerminkan kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini juga merupakan realisasi instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kelestarian lingkungan di setiap daerah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga