Pemerintah Arab Saudi meluncurkan berbagai layanan digital untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Salah satu inisiatif utama adalah aplikasi nasional Tawakkalna yang memungkinkan jemaah dan petugas haji mengakses layanan pemerintah dalam 19 bahasa internasional, termasuk bahasa Indonesia.
Ekosistem Digital Terpadu
Langkah ini merupakan bagian dari ekosistem digital terpadu yang dipimpin oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA). Tujuannya adalah untuk mempermudah perjalanan jemaah sejak tiba di Arab Saudi hingga kembali ke negara asal.
Layanan Digital yang Luas
Melalui Tawakkalna, jemaah dapat mengakses lebih dari 1.300 layanan digital yang terintegrasi dengan lebih dari 350 lembaga pemerintah Saudi. Layanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari informasi kesehatan, transportasi, akomodasi, hingga panduan ibadah.
Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan efisien. Dukungan multibahasa juga memastikan bahwa jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dapat memanfaatkan layanan tanpa hambatan bahasa.



