Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan ke kawasan Kampung Nelayan Tanjung Kait yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir berjalan dengan optimal.
Transformasi Kawasan Nelayan
Dalam kunjungan tersebut, AHY menekankan pentingnya pembangunan kawasan nelayan yang layak huni, produktif, serta tangguh dalam menghadapi ancaman lingkungan. Ia menyampaikan bahwa kawasan yang sebelumnya kurang layak huni kini telah mengalami transformasi melalui pembangunan, perbaikan, dan penataan rumah-rumah masyarakat nelayan beserta keluarganya. Menurut AHY, perubahan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Hari ini kami melihat secara langsung kondisi kawasan permukiman yang sebelumnya kurang layak huni. Kini telah dilakukan pembangunan, perbaikan, dan penataan rumah-rumah masyarakat, terutama para nelayan beserta keluarganya. Ini adalah sebuah proyek kolaborasi,” ujar AHY dalam keterangan tertulis pada Rabu (6/5/2026).
Upaya Pemerintah untuk Masyarakat Pesisir
AHY menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk komunitas nelayan di wilayah pesisir. Di kawasan seluas kurang lebih 1,3 hektare tersebut, sebanyak 110 rumah telah dibangun dan ditata ulang sehingga lingkungan menjadi lebih sehat, tertib, dan nyaman.
“Ini adalah semangat yang kita kawal bersama, yaitu mewujudkan Indonesia yang asri, aman, sehat, bersih, tertata, dan indah. Mudah-mudahan Tanjung Anom dan Tanjung Kait bisa semakin maju,” lanjutnya.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan NGO
AHY juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Tangerang yang menyiapkan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, sanitasi, dan penerangan. Selain itu, kontribusi NGO Habitat for Humanity yang telah menyalurkan sekitar Rp5,5 miliar untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga juga mendapat apresiasi.
“Terima kasih kepada Habitat for Humanity yang telah membantu pembangunan 110 rumah. Ini contoh kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan masyarakat yang patut diapresiasi,” katanya.
AHY juga berterima kasih kepada Koperasi Duafa Komida yang membantu proses pembelian lahan warga dari pemilik sebelumnya, serta mendorong percepatan penyelesaian sertifikasi tanah melalui Kementerian ATR/BPN.
Pengembangan Kawasan Produktif
Ke depan, AHY menegaskan bahwa kawasan nelayan Tanjung Kait tidak hanya ditata dari sisi hunian, tetapi juga diperkuat sebagai kawasan produktif yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, sejumlah infrastruktur lanjutan dinilai perlu diprioritaskan, antara lain breakwater, tanggul penahan abrasi, normalisasi sungai, jetty untuk tambatan kapal nelayan, SPBU nelayan, bengkel perahu, pabrik es berbasis slurry ice, serta penguatan dermaga.
“Bukan hanya merapikan kawasan perumahannya, melainkan juga memastikan kawasan ini semakin produktif dan aman dari ancaman ekologis,” tegasnya.
Teknologi Slurry Ice untuk Hasil Tangkapan
AHY menjelaskan bahwa penggunaan teknologi slurry ice berbahan air asin akan membantu menjaga kualitas hasil tangkapan ikan lebih lama, sehingga meningkatkan daya saing nelayan dalam pemasaran hasil laut ke pasar tradisional maupun modern. Ia juga memastikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung pengembangan lanjutan kawasan Tanjung Kait sebagai model pembangunan kampung nelayan terpadu.
“Kami ingin kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyejahterakan masyarakat nelayan terus diperkuat dari waktu ke waktu,” pungkas AHY.
Kehadiran Pejabat dalam Kunjungan
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan; Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati; Bupati Tangerang, Mohamad Maesyal Rasyid; serta jajaran Forkopimda. AHY didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Ariuly Hutahayan; Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah, Arif Rahman; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, serta Tenaga Ahli Yudhi Prasetyo Purnomo dan Rio Neswan.



