Kabar mengenai rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Juli 2026 menjadi topik hangat di media sosial sejak Senin (29/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026) pagi. Isu ini mencuat setelah harga minyak dunia mengalami penurunan imbas dari penandatanganan perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Respons Pertamina terhadap Isu Penurunan Harga BBM
PT Pertamina (Persero) akhirnya angkat bicara menanggapi ramainya kabar tersebut. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada penyesuaian harga BBM non-subsidi pada bulan depan. “Kami masih mengevaluasi perkembangan harga minyak dunia dan faktor lainnya. Keputusan akan diumumkan secara resmi jika sudah ada,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (30/6/2026).
Penyebab Harga Minyak Dunia Turun
Penurunan harga minyak dunia dipicu oleh kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang diteken pada akhir pekan lalu. Kesepakatan ini mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga pasokan minyak global diperkirakan akan lebih stabil. Analis energi dari Universitas Indonesia, Dr. Fauzi Rachman, menjelaskan bahwa harga minyak mentah Brent turun sekitar 5 persen dalam sepekan terakhir, dari 85 dolar AS per barel menjadi 80,7 dolar AS per barel. “Ini memberikan ruang bagi pemerintah dan Pertamina untuk menurunkan harga BBM non-subsidi, namun tetap harus mempertimbangkan kurs rupiah dan biaya distribusi,” ungkapnya.
Dampak bagi Konsumen
Jika penurunan harga benar terjadi, konsumen BBM non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex bisa menikmati harga lebih murah mulai Juli. Saat ini, harga Pertamax di Jakarta masih bertahan di Rp 12.950 per liter. Warganet menyambut positif kabar ini, namun banyak yang masih menunggu kepastian dari Pertamina. “Semoga benar turun, biar pengeluaran transportasi berkurang,” tulis akun @pengendara_motor di Twitter.
Kesimpulan Sementara
Hingga berita ini diturunkan, Pertamina belum mengumumkan secara resmi perubahan harga BBM non-subsidi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.



