Wamen P2MI Dzulfikar Bertemu Jokowi di Solo, Berbagi Pengalaman dan Dapat Masukan
Solo, Jawa Tengah - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, melakukan kunjungan khusus ke kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan ini berlangsung setelah Dzulfikar menyelesaikan serangkaian kunjungan kerja resmi di wilayah Semarang dan Solo.
Momen Nostalgia dan Percakapan Mendalam
Dalam pertemuan tersebut, Dzulfikar mengungkapkan bahwa suasana pertemuan lebih didominasi oleh momen nostalgia dan percakapan santai. Ia menceritakan bahwa Jokowi hadir saat dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, sehingga banyak kenangan yang dibahas. "Lebih banyak tadi nostalgia saja. Karena pas saya terpilih jadi Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, beliau yang hadir di Muktamar kami. Banyak di situ," kata Dzulfikar, seperti dilansir dari detikJateng pada Jumat, 6 Maret 2026.
Selain nostalgia, percakapan juga menyentuh topik yang lebih serius mengenai tantangan dan dinamika menjadi seorang pejabat publik di Indonesia. Dzulfikar secara terbuka berbagi pengalamannya selama setahun menjabat sebagai Wakil Menteri P2MI.
Tantangan Sebagai Pejabat Publik yang Diungkapkan
Dzulfikar menjelaskan bahwa menjadi pejabat publik bukanlah tugas yang mudah. Ia menekankan beberapa poin kunci yang dihadapinya:
- Kebutuhan energi yang besar saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah.
- Kewajiban untuk selalu tampil dengan performa penuh saat bertemu dengan masyarakat dan berbagai pihak.
- Tantangan dalam memenuhi ekspektasi tinggi dari masyarakat, rekan kerja, dan para aktivis.
"Kita harus mendatangi titik-titik kalau kunjungan ke daerah itu ternyata butuh energi. Sebanyak itu tadi ngobrol-ngobrol itu, pengalaman saya selama setahun jadi Wakil Menteri. Ternyata tidak mudah karena energi kita harus full, bertemu orang harus full 100 persen," terangnya dengan jujur.
Masukan Berharga dari Jokowi
Setelah mendengarkan pengalaman dan keluh kesah Dzulfikar, Jokowi memberikan sejumlah masukan yang konstruktif. Mantan presiden tersebut menyarankan agar Dzulfikar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya untuk tetap aktif bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab seorang pejabat publik.
Masukan ini dianggap sangat berharga oleh Dzulfikar, mengingat pengalaman panjang Jokowi dalam menjalankan tugas publik, baik sebagai walikota, gubernur, hingga presiden.
Rencana Kunjungan Lanjutan ke Yogyakarta dan Magelang
Usai pertemuan dengan Jokowi, Dzulfikar tidak berhenti beraktivitas. Ia segera melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan kunjungan ke Yogyakarta dan Magelang. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memantau perkembangan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut.
"Selesai ini mau lanjut Jogja, ini mengecek MBG, terus besok ke Magelang mau mengecek Koperasi Merah Putih di sana," pungkas Dzulfikar, menegaskan komitmennya untuk terus bekerja dan mendekatkan diri dengan masyarakat.
Pertemuan antara Dzulfikar dan Jokowi ini tidak hanya sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi juga menjadi momen berbagi pengalaman dan pembelajaran bagi pejabat muda dalam menghadapi kompleksitas tugas publik di Indonesia.
