Tiga WNI Jadi Pengemudi Bus Pertama di Prefektur Aichi, Jepang
Tiga WNI Jadi Pengemudi Bus Pertama di Aichi Jepang

Untuk pertama kalinya, Prefektur Aichi, Jepang, memiliki pengemudi bus asing yang berasal dari Indonesia. Tiga warga negara Indonesia (WNI) tersebut adalah Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi. Mereka akan bertugas di perusahaan Meitetsu Bus yang beroperasi di Kota Toyota, Aichi.

Berdasarkan keterangan di situs resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Jumat (8/5/2026), ketiganya dilepas secara resmi oleh Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung. Dalam sambutannya, Maria Renata menyampaikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus atas standar rekrutmen, pelatihan, dan perlindungan tenaga kerja yang tinggi, serta kesempatan yang diberikan kepada pengemudi asal Indonesia.

"Selamat saya sampaikan kepada pengemudi Indonesia. Bekerjalah dengan penuh semangat dan kehati-hatian serta tanggung jawab besar. Teman-teman pengemudi tidak hanya bekerja profesional tapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, serta karakter positif Indonesia," ujar Maria didampingi Asisten Atase Perhubungan KBRI Tokyo, Giri Tresna Putra Munggaran, dan Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan Sosial Budaya, Zharifah Raihanah Shiddiq.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri oleh sejumlah otoritas Jepang, antara lain Kepala Kantor Cabang Transportasi Aichi, Biro Transportasi Chubu, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Kenji Ogawa; Kepala Departemen Pengembangan Perkotaan Pemerintah Kota Toyota, Gen Kadoya; Direktur dan General Manager Departemen SDM Meitetsu Bus Co., Ltd., Hajime Nagura; serta Presiden Direktur Kigyo Koryu Center dan Chairman Perusahaan Grup KS Global Co., Ltd., Kazuhisa Sumino.

Pemerintah setempat dan perusahaan transportasi menyampaikan selamat kepada para pengemudi Indonesia serta rasa terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas kerja sama di bidang tenaga pengemudi transportasi bus. Kerja sama ini telah berlangsung sejak tahun 2025, tidak hanya untuk transportasi umum seperti bus, tetapi juga untuk kebutuhan pengemudi truk logistik.

Perkembangan Penempatan Pengemudi Indonesia

Pendiri dan Direktur LPK Japan Indonesia Driving School (JIDS), Bowo Kristianto, menjelaskan bahwa hingga tahun 2026 tercatat 16 pengemudi untuk transportasi bus dari Indonesia yang tersebar di beberapa perusahaan. Rinciannya adalah 6 orang di Tokyu Bus, 3 orang di Osaka Bus, 3 orang di Meitetsu Bus, 2 orang di Hiroshima Bus, dan 2 orang di Fujikyu Bus.

Sementara itu, untuk truk logistik, Bowo menambahkan bahwa sejak 2025 total sudah 14 orang yang tersebar di sejumlah perusahaan, yaitu 9 orang di Kabushiki Toso, 3 orang di Kabushiki Fujisawa, dan 2 orang di Daisho Logistic.

"Untuk saat ini, sudah dipilih dan menjalani pelatihan di JIDS sekitar 90 orang. Terima kasih atas dukungan dari KBRI Tokyo," kata Bowo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga