Pemerintah Janji Perhatikan Nasib Karyawan Hotel Sultan
Pemerintah Janji Perhatikan Nasib Karyawan Hotel Sultan

Pemerintah melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memberikan jaminan bahwa nasib karyawan Hotel Sultan yang terdampak eksekusi aset akan diperhatikan. Ia meminta para karyawan tidak khawatir akan kehilangan pekerjaan setelah proses pengambilalihan aset dilakukan.

Komunikasi Terbuka dengan Karyawan

Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa pihaknya akan membuka jalur komunikasi seluas-luasnya dengan para karyawan. "Kami ingin memanusiakan mereka. Nanti kita akan data, ajak komunikasi, ajak bareng untuk melanjutkan aktivitas di GBK. Jadi jangan khawatir terkait dengan karyawan. Kami buka komunikasi seluas-luasnya, buka posko, buka saluran, untuk mereka bisa komunikasi langsung dengan PPK GBK," ujar Juri di sela eksekusi Hotel Sultan, Kamis (18/6/2026).

Pendataan dan Perencanaan Nasib Karyawan

Langkah selanjutnya, GBK akan melakukan pendataan terhadap jumlah pegawai yang terdampak. Setelah itu, pemerintah akan merumuskan langkah-langkah untuk memastikan kesejahteraan mereka. "Prinsipnya, kami dari Kementerian Sekretariat Negara meminta kepada PPK GBK untuk bukan hanya mendata, tetapi betul-betul memperhatikan nasib dari karyawan Hotel Sultan ini," tegas Juri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menegaskan bahwa eksekusi Hotel Sultan tidak boleh menimbulkan dampak buruk bagi karyawan. "Intinya kami tidak ingin mereka setelah pengambilalihan aset ini menjadi pihak yang dikorbankan," imbuhnya.

Rencana Pemanfaatan Aset Hotel Sultan

Selain itu, pemerintah telah meminta PPK GBK untuk menyusun rencana pemanfaatan aset eks Hotel Sultan. Hal ini penting untuk menentukan masa depan properti tersebut. "Terkait pemanfaatan aset ini, PPK GBK yang diberi amanah oleh Kementerian Sekretariat Negara sebagai pengelola barang milik negara diminta untuk merancang langkah-langkah selanjutnya. Nanti pada saatnya akan kami sampaikan bagaimana skenario pemanfaatan Hotel Sultan ke depan," jelas Juri.

Proses eksekusi sendiri berlangsung sejak pagi hari, dan sarapan pagi Hotel Sultan tetap tersaji hingga siang hari. Pemerintah berharap proses ini berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan di kalangan karyawan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga