Survei BPS Ungkap Dominasi Tenaga Kerja Berpendidikan Dasar di Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional merilis data terbaru yang mengungkapkan komposisi pendidikan tenaga kerja di Indonesia. Hasil survei yang dilakukan pada November 2025 menunjukkan fakta mengejutkan bahwa mayoritas angkatan kerja di tanah air masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar.
Lulusan SD ke Bawah Kuasai 34,63 Persen Pasar Kerja
Berdasarkan laporan resmi BPS yang dipublikasikan pada Jumat, 5 Februari 2026, tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah menempati posisi teratas sebagai penyumbang terbesar angkatan kerja nasional. Secara angka, terdapat 51,22 juta pekerja dari total 155,27 juta angkatan kerja Indonesia yang berstatus lulusan SD ke bawah.
Persentase ini mencapai 34,63 persen dari total penduduk yang bekerja, menegaskan bahwa sepertiga lebih tenaga kerja Indonesia hanya menyelesaikan pendidikan dasar atau bahkan tidak tamat SD. Angka ini menjadi indikator penting dalam menilai kualitas sumber daya manusia nasional.
Urutan Pendidikan Tenaga Kerja dan Posisi Lulusan S1
Setelah lulusan SD ke bawah, posisi penyumbang tenaga kerja berikutnya diisi secara berurutan oleh:
- Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Yang cukup mengkhawatirkan adalah posisi lulusan Strata 1 (S1) atau pendidikan tinggi. BPS melaporkan bahwa pekerja berpendidikan tinggi justru berada di urutan terakhir dengan kontribusi hanya 13,01 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia.
Lebih memprihatinkan lagi, angka persentase lulusan S1 ini mengalami penurunan sebesar 0,3 persen poin dibandingkan dengan laporan yang dirilis pada Agustus 2025. Penurunan ini menunjukkan tren yang perlu menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan.
Implikasi Data BPS terhadap Ketenagakerjaan Nasional
Data ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan besar yang dihadapi dalam peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia. Dominasi pekerja berpendidikan dasar mengindikasikan bahwa:
- Sebagian besar pekerjaan di Indonesia masih bersifat low skill atau membutuhkan keterampilan dasar
- Perlu upaya lebih intensif dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi
- Ada kesenjangan antara output pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja
- Diperlukan kebijakan khusus untuk mendorong peningkatan kualifikasi tenaga kerja
Laporan BPS ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di era globalisasi.