Kapolri Apresiasi KSPSI Sebagai Teladan Perjuangan Buruh yang Elegan dan Konstruktif
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi yang tinggi kepada Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Dalam penilaiannya, KSPSI telah berhasil menjadi contoh nyata bagaimana perjuangan untuk menuntut hak-hak pekerja dapat dilakukan dengan cara yang elegan, tertib, dan sangat konstruktif.
Silaturahmi Ramadan dan Dialog Terbuka
Apresiasi ini disampaikan oleh Kapolri saat menghadiri acara silaturahmi Ramadan dan buka puasa bersama KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Cikarang, pada hari Jumat, 6 Maret 2026. Dalam kesempatan yang penuh kehangatan ini, Jenderal Sigit secara khusus berterima kasih kepada seluruh jajaran KSPSI yang telah konsisten dan tanpa lelah memperjuangkan nasib serta kesejahteraan para pekerja di Indonesia.
"Satu hal, saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan KSPSI yang selama ini memperjuangkan aspirasi buruh namun dilaksanakan dengan cara yang baik, dengan konstruktif," kata Jenderal Sigit di hadapan para buruh yang hadir.
Efektivitas Pendekatan Konstruktif
Menurut Jenderal Sigit, pendekatan yang dipilih oleh KSPSI terbukti jauh lebih efektif dalam mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. "Dan alhamdulillah, semua yang diperjuangkan ini ternyata berhasil," ucapnya dengan penuh keyakinan. Kapolri berharap agar strategi aksi yang diterapkan oleh KSPSI ini dapat menjadi role model atau teladan bagi elemen masyarakat lainnya dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Keberhasilan dalam Advokasi Nasional
Jenderal Sigit juga mengungkit keberhasilan Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, yang baru-baru ini diterima dengan baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat memperjuangkan aspirasi terkait Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Tidak hanya di parlemen, aspirasi mereka juga diterima secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Kemarin Pak Andi beserta tim diterima DPR ya, pada saat memperjuangkan Undang-Undang Ciptaker, termasuk juga Undang-Undang PRT. Tadi diterima oleh Bapak Presiden," ungkap Jenderal Sigit dengan nada bangga.
Kedewasaan dalam Berdemokrasi
Eks Kabareskrim Polri itu menekankan bahwa aksi yang dilakukan dengan tertib dan teratur tidak akan membuat gerakan buruh menjadi lemah atau dipandang sebelah mata. Justru sebaliknya, kedewasaan dalam berdemokrasi itulah yang membuka pintu dialog dan komunikasi yang lebih produktif.
"Pada saat kita yang besar ini turun di lapangan, namun kita tertib, kita konstruktif, kita tunjukkan bahwa kita besar namun kita taat aturan, ternyata pesan yang disampaikan justru sampai. Dan ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua," tutur Jenderal Sigit dengan penuh semangat.
Harapan untuk Masa Depan
Karena itu, dia berharap agar sinergi dan metode perjuangan seperti ini terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Menurutnya, dengan cara yang baik namun tepat sasaran, segala aspirasi buruh dapat tercapai dengan lebih efektif.
"Tentunya harapan kita ke depan, apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan buruh, dengan cara yang kita lakukan ini, semuanya bisa kita capai sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita semua," pungkasnya dengan optimisme.
Kehadiran Pejabat Tinggi
Acara ini dihadiri oleh para Dewan Penasihat KSPSI, termasuk:
- Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan (Bidang Mitigasi Masalah Hubungan Industrial)
- Komjen Imam Widodo (Bidang Organisasi)
- Ferriyady Hartadinata (Bidang UMKM dan Koperasi)
- Irjen (P) Cahyono Wibowo (Bidang Penegakan Hukum)
Kapolri hadir didampingi oleh:
- Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono
- Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir
- Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana
- Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo
Tampak pula hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Dirtipidter Bareskrim Polri selaku Kasatgas Desk Ketenagakerjaan Polri Brigjen Moh Irhamni, menunjukkan komitmen tinggi dari kepolisian dalam mendukung isu ketenagakerjaan.



