Sempat di Zona Merah, IHSG Ditutup Menguat di Level 5.900
Sempat di Zona Merah, IHSG Ditutup Menguat di 5.900

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, setelah sebelumnya sempat tertekan di zona merah. Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut ditutup naik 0,3% ke level 5.900.

Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di zona merah dan sempat menyentuh level terendah harian di 5.870. Namun, tekanan jual mulai mereda menjelang siang, dan indeks berhasil berbalik arah ke zona hijau pada sesi kedua. Penguatan ini terjadi seiring dengan aksi beli investor asing yang tercatat net buy sebesar Rp 200 miliar di pasar reguler.

Faktor Pendorong Penguatan

Analis pasar modal menilai penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari data ekonomi domestik dan pergerakan bursa global. "Penguatan IHSG hari ini terutama didorong oleh aksi beli di saham-saham perbankan dan energi, seiring dengan ekspektasi perbaikan kinerja emiten di kuartal pertama," ujar analis dari Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang menjadi top gainers antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,2%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,8%, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,1%. Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers termasuk PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 1,5% dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 0,9%.

Kapitalisasi Pasar

Dengan penguatan ini, kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp 7.500 triliun. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 15 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 10 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,2 juta kali transaksi.

Prospek ke Depan

Ke depan, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah data ekonomi global, termasuk keputusan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dan data inflasi Amerika Serikat. "Pasar masih wait and see terhadap kebijakan moneter global. Namun, secara fundamental, IHSG masih menarik untuk akumulasi beli," tambah Nafan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga