Kekayaan pribadi warga dunia melonjak 10,8 persen sepanjang 2025, menurut laporan UBS Global Wealth Report 2026. Angka ini tercatat dalam denominasi dolar AS dan menandai pertumbuhan signifikan di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global.
Laporan yang dirilis UBS tersebut mengungkapkan bahwa pasar keuangan menjadi pendorong utama kenaikan kekayaan tersebut. Namun, hasilnya belum dinikmati secara merata karena jurang antara kelompok kaya dan masyarakat umum kelas menengah ke bawah justru semakin melebar.
Pasar Keuangan sebagai Motor Pertumbuhan
UBS menyebut kinerja pasar keuangan global, termasuk saham dan obligasi, menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan kekayaan pribadi. Kenaikan valuasi aset keuangan mendorong nilai portofolio investor, terutama di negara-negara maju dengan akses pasar modal yang dalam.
Laporan ini mencatat fenomena yang menarik: meskipun ekonomi dunia masih dihantui risiko perlambatan, inflasi, dan ketegangan geopolitik, aset finansial justru melanjutkan tren penguatan. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan kekayaan tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi riil.
Kesenjangan yang Makin Melebar
Pertumbuhan kekayaan yang tinggi tidak serta-merta mengurangi ketimpangan. Sebaliknya, laporan UBS menyoroti bahwa manfaat dari lonjakan ini terkonsentrasi pada kelompok yang sudah memiliki banyak aset. Sementara itu, kelas menengah ke bawah yang mengandalkan pendapatan dari sektor riil tidak merasakan dampak yang setara.
Para analis menilai situasi ini memperkuat tren ketidaksetaraan global. Ketika pasar keuangan tumbuh lebih cepat daripada upah dan produktivitas, maka kepemilikan aset menjadi faktor penentu utama akumulasi kekayaan.
Implikasi bagi Ekonomi dan Kebijakan
Temuan UBS ini memberikan sinyal penting bagi pembuat kebijakan. Pertumbuhan kekayaan yang inklusif membutuhkan kebijakan yang berorientasi pada perluasan akses investasi dan penguatan jaring pengaman sosial.
Dorongan untuk literasi keuangan dan inklusi pasar modal menjadi semakin relevan, terutama untuk menjangkau kelompok yang selama ini terpinggirkan dari pasar keuangan global.
Laporan UBS Global Wealth Report 2026 disusun berdasarkan data kekayaan dari berbagai negara dan menjadi salah satu rujukan utama untuk memahami dinamika kekayaan global. Dengan pertumbuhan 10,8 persen, dunia mencatat akumulasi kekayaan yang luar biasa, namun tantangan terbesar adalah memastikan agar pertumbuhan tersebut dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.



