Satgas PRR Salurkan Dana Stimulan Perbaikan 31 Ribu Rumah di Sumatera
Satgas PRR Salurkan Dana Stimulan 31 Ribu Rumah di Sumatera

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kembali menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada para penyintas yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Penyaluran bantuan ini terus mengalami peningkatan setiap pekan guna mempercepat perbaikan rumah-rumah yang rusak ringan dan rusak sedang.

Rincian Penyaluran Bantuan

Berdasarkan data Satgas PRR per 24 April 2026, bantuan perbaikan rumah untuk kategori rusak ringan dan rusak sedang di tiga provinsi telah tersalurkan secara signifikan. Di Aceh, bantuan telah menjangkau 15.192 unit rumah rusak ringan dan 11.069 unit rumah rusak sedang dengan total nilai bantuan mencapai Rp559,950 miliar. Sementara di Sumatera Utara, bantuan diberikan kepada 2.332 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total Rp71,820 miliar. Di Sumatera Barat, sebanyak 811 unit rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang menerima bantuan senilai Rp23,415 miliar. Secara keseluruhan, dana stimulan sebesar Rp655,18 miliar telah tersalurkan untuk 31.007 unit rumah.

Besaran Dana Stimulan

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan perbaikan rumah diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai dana stimulan agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Besaran bantuan untuk rumah rusak ringan adalah Rp15 juta, sedangkan untuk rumah rusak sedang sebesar Rp30 juta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantuan Tambahan untuk Penyintas

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga memberikan bantuan lain untuk membantu pemulihan kehidupan penyintas. Bantuan tersebut meliputi uang isi hunian senilai Rp3 juta dan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga. Selain itu, jaminan hidup (jadup) terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian penyintas bencana, dengan nilai Rp15 ribu per orang per hari.

Tito menambahkan bahwa awalnya Kementerian Sosial hanya memberikan bantuan untuk rumah rusak berat. Namun, setelah koordinasi, bantuan diperluas untuk rumah rusak sedang dan ringan. "Tadinya, Kemensos memberikan hanya untuk rusak berat. Tapi saya sampaikan saja ke (Mensos Saifullah Yusuf) rusak sedang dan rusak ringan kita bantu semua. Akhirnya, dikeluarkan bantuan oleh Kemensos," ujar Tito usai meninjau lokasi huntara di Desa Tunyang, Timang Gajah, Bener Meriah, Senin (20/4/2026).

Pembangunan Hunian Tetap dan Sementara

Percepatan penyaluran bantuan perbaikan rumah dilakukan bersamaan dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk menjamin hunian layak bagi penyintas yang rumahnya rusak berat atau hilang. Data Satgas PRR per 24 April 2026 mencatat kebutuhan huntap di tiga provinsi terdampak mencapai 39.171 unit. Sebanyak 241 unit huntap telah rampung dibangun, dan 1.493 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Rinciannya, di Aceh telah selesai 104 unit dari total 29.026 unit, dengan 645 unit dalam proses. Di Sumatera Utara, 120 unit selesai dari total 7.321 unit, dengan 407 unit dalam proses. Di Sumatera Barat, 17 unit rampung dari total 2.824 unit, dengan 441 unit dalam proses.

Sementara itu, pembangunan huntara telah mencapai 18.421 unit dari target 20.131 unit, atau setara dengan progres 91 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi para penyintas bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga