Satgas PRR Laporkan Kemajuan Signifikan dalam Pembersihan Lumpur Pascabencana di Sumatera
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera telah mengumumkan progres terbaru dalam upaya pembersihan lumpur di daerah-daerah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera. Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 406 lokasi dari total 508 lokasi yang menjadi sasaran telah berhasil dibersihkan.
Detail Progres Pembersihan per Provinsi
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta Pusat pada Senin, 9 Maret 2026. "Satgas PRR Pascabencana sudah melaksanakan pembersihan secara maksimal," ujarnya. "Berdasarkan data per hari ini, dari 508 lokasi yang menjadi sasaran pembersihan lumpur di tiga provinsi tersebut, sebanyak 406 lokasi telah dibersihkan."
Amran kemudian memberikan rincian lebih lanjut untuk setiap provinsi:
- Aceh: Dari 405 lokasi terdampak, sebanyak 366 lokasi telah berhasil dibersihkan. Sementara itu, 89 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
- Sumatera Barat: Provinsi ini telah dinyatakan bersih secara total, dengan semua 29 lokasi terdampak telah dibersihkan 100 persen. "Ini sudah bersih secara total di 29 lokasi terdampak," tegas Amran.
- Sumatera Utara: Terdapat 24 lokasi terdampak, di mana 11 lokasi telah selesai dibersihkan dan 13 lokasi masih dalam proses penanganan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Penyelesaian
Amran menekankan bahwa pihaknya terus bekerja keras untuk membersihkan sisa lumpur di lokasi-lokasi yang masih tertinggal. "Artinya ini sudah bersih secara total 100 persen, sementara 102 lainnya masih dalam proses penanganan," katanya, merujuk pada kemajuan keseluruhan. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan pembersihan di semua lokasi yang tersisa, memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target.
Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap bencana yang melanda Sumatera, dengan fokus pada pemulihan lingkungan dan infrastruktur di daerah terdampak, seperti di Aceh Tamiang. Satgas PRR terus memantau perkembangan dan akan memberikan update reguler kepada publik mengenai langkah-langkah selanjutnya.



