Pramono Targetkan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung Awal 2027
Pramono Targetkan Jalan Pasar Minggu Rampung Awal 2027

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan jalan yang menghubungkan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang sejajar rel kereta api rampung pada awal 2027. Saat ini, proses pembebasan lahan masih berlangsung dan sebagian area telah mulai dibersihkan.

Proses Pembebasan Lahan Berjalan

"Jalan sebidang yang di Pasar Minggu, yang segaris dengan rel kereta yang melewati Pejaten, BIN, sekarang ini sudah dalam proses pembebasan lahan dan sebagian sudah mulai dilakukan pembersihan," kata Pramono di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

Pramono telah meminta agar proyek tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada awal tahun depan. Dia berharap jalan tersebut bisa mengurai kemacetan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Target Penyelesaian Awal 2027

"Dan saya sudah meminta untuk jalan tersebut selambat-lambatnya harus bisa selesai awal tahun depan. Sehingga dengan demikian, salah satu jalan yang menjadi kemacetan di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, adalah di tempat itu. Mudah-mudahan bisa terurai dengan baik," ujarnya.

Pramono mengungkapkan penyelesaian proyek tersebut sebenarnya telah diupayakan sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya. Karena itu, ia ingin memberikan perhatian penuh agar proyek itu bisa dituntaskan.

"Karena memang ini sudah dikerjakan dari tujuh gubernur sebelumnya, dan saya memberikan konsentrasi sepenuhnya untuk itu bisa diselesaikan," imbuhnya.

Tujuan Proyek Mengurangi Kemacetan

Pembangunan akses jalan sejajar rel Pasar Minggu bertujuan sebagai jalan tembus untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Pasar Minggu, khususnya pagi dan sore hari. Proyek itu menghilangkan putaran yang melintasi rel kereta api sesuai dengan Surat Kemenhub Dirjen Perkeretaapian Nomor: A.576/KS/DJKA/X/2017 tanggal 27 Oktober 2017 perihal Penanganan dan Penutupan Perlintasan Sebidang Wilayah DKI Jakarta.

Latar Belakang Proyek

Pada 2023, Pemprov DKI Jakarta berencana menyambungkan jalan (missing link) untuk mengurai kemacetan. Saat itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pihaknya telah menginventarisasi 10 lokasi yang jalannya akan tersambung. Pada Kamis (5/1/2023), Hari menjelaskan pembebasan lahan di empat jalan tengah berproses. Keempatnya adalah Jalan Waru, Jalan Seno-Masjid Al Makmur, jalan tembus Bangun Cipta Sarana, serta jalan akses menuju Rusun Rawa Bebek (Rencana 2023).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga