Pramono Anung Usulkan Terowongan Bawah Tanah untuk Hubungkan Hotel di HI dengan MRT
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengemukakan gagasan inovatif untuk meningkatkan konektivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Ia mengusulkan pembangunan terowongan bawah tanah yang akan menghubungkan empat hotel ternama di area tersebut dengan stasiun MRT yang terletak di dekatnya. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan akan akses yang lebih efisien dan nyaman bagi wisatawan serta pengunjung yang beraktivitas di kawasan strategis ibu kota.
Rencana Rinci dan Tujuan Pembangunan
Dalam rencana yang diusulkan, terowongan bawah tanah ini dirancang untuk mencakup hotel-hotel seperti Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt Jakarta, The Westin Jakarta, dan Hotel Mulia. Koneksi langsung ke stasiun MRT diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas permukaan dan memberikan alternatif transportasi yang aman serta terlindung dari cuaca. Pramono Anung menekankan bahwa proyek ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata dan bisnis, dengan memfasilitasi mobilitas pengunjung yang seringkali menghadapi kendala aksesibilitas di kawasan padat tersebut.
Manfaat yang diharapkan dari pembangunan terowongan ini meliputi peningkatan kenyamanan bagi wisatawan domestik dan internasional, serta pengurangan dampak negatif dari kemacetan di sekitar Bundaran HI. Selain itu, proyek ini dapat menjadi model untuk pengembangan infrastruktur serupa di area komersial lainnya di Jakarta, mendukung visi pemerintah untuk menciptakan kota yang lebih terhubung dan ramah pejalan kaki.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun usulan ini mendapat perhatian positif dari berbagai pihak, pelaksanaannya diakui akan menghadapi sejumlah tantangan. Faktor teknis seperti kondisi tanah, biaya konstruksi, dan koordinasi dengan pihak pengelola hotel serta operator MRT perlu dikaji lebih mendalam. Pramono Anung menyatakan bahwa usulan ini masih dalam tahap awal diskusi dan memerlukan studi kelayakan yang komprehensif sebelum dapat direalisasikan.
Langkah-langkah yang direncanakan meliputi:
- Melakukan survei dan analisis dampak lingkungan untuk memastikan keberlanjutan proyek.
- Berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah daerah DKI Jakarta dalam perencanaan.
- Mengajak partisipasi sektor swasta, termasuk pemilik hotel, untuk mendanai atau mendukung pembangunan.
Dengan usulan ini, Pramono Anung berharap dapat mendorong inovasi dalam pengembangan infrastruktur perkotaan, sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai destinasi wisata dan bisnis global. Proyek terowongan bawah tanah di Bundaran HI dianggap sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah transportasi yang selama ini menjadi keluhan banyak pihak.
