Gubernur Pramono Anung Rencanakan Integrasi JIS dengan Ancol untuk Atasi Kemacetan
Pramono Anung Hubungkan JIS-Ancol untuk Atasi Kemacetan

Gubernur Pramono Anung Rencanakan Integrasi JIS dengan Ancol untuk Atasi Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara akan menjadi salah satu pusat pembangunan masa depan ibu kota. Pernyataan ini disampaikan dalam acara JIS Ramadan Fest pada Minggu, 2 Maret 2026, di mana ia menekankan pentingnya integrasi stadion tersebut dengan kawasan Ancol serta jaringan transportasi publik yang memadai.

Konektivitas sebagai Solusi Utama

Menurut Pramono, pengembangan konektivitas menjadi kunci untuk mengatasi persoalan utama di JIS, yaitu kemacetan. Ia menjelaskan bahwa setiap kali ada pertandingan sepak bola atau konser berskala besar, kawasan sekitar stadion selalu mengalami kemacetan parah. "Sekarang JIS sedang kita persiapkan untuk segera kita hubungkan dengan Ancol. Dengan demikian, persoalan utama di JIS ini adalah yang berkaitan dengan kemacetan," ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan koneksi langsung antara JIS dan Ancol. Tujuannya adalah agar pengunjung tidak lagi bergantung pada parkir di sekitar stadion, yang sering kali menjadi penyebab kemacetan. "Apalagi kalau ada Persija main, atau ada konser, pasti orang merasakan kemacetan yang luar biasa di tempat ini," tambahnya.

Manfaat Kapasitas Parkir Ancol

Keputusan untuk menghubungkan JIS dengan Ancol diambil untuk memanfaatkan kapasitas parkir besar yang dimiliki oleh kawasan Ancol. Pramono menyebutkan bahwa Ancol dapat menampung hingga 10.000 kendaraan, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan di sekitar JIS. "Maka saya memutuskan untuk menghubungkan JIS dengan Ancol. Karena orang bisa parkir di Ancol untuk acara apa pun, dan di Ancol itu parkir 10.000 mobil pun bisa," jelasnya.

Pembangunan Stasiun KRL Baru

Selain integrasi dengan Ancol, Pemprov DKI juga sedang menyiapkan pembangunan stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) baru di kawasan JIS. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat akses transportasi massal menuju stadion, sehingga pengunjung dapat lebih mudah mencapai lokasi tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. "Saya meyakini masa depan Jakarta ada di JIS ini karena sebentar lagi di sini juga akan dibangun stasiun KRL, sehingga dengan demikian dari mana saja akan bisa berhenti di bawah JIS ini dan sebagainya," tandas Pramono.

Dengan rencana ini, Pramono Anung optimistis bahwa JIS akan menjadi pusat aktivitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan, mendukung visi pembangunan Jakarta yang berkelanjutan. Integrasi dengan Ancol dan peningkatan akses transportasi publik diharapkan tidak hanya mengatasi kemacetan, tetapi juga meningkatkan daya tarik kawasan tersebut bagi wisatawan dan masyarakat luas.