Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa angkatan lautnya telah memberikan izin kepada sejumlah kapal China untuk melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini mulai berlaku sejak Rabu (14/5/2026) malam waktu setempat.
Kebijakan Baru Iran di Selat Hormuz
Sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, Iran sebagian besar memblokir pengiriman melalui jalur perairan strategis tersebut. Padahal, dalam kondisi damai, Selat Hormuz menyumbang sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair global, serta komoditas penting lainnya.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi—sayap ideologis militer Iran—menyatakan, "Pada akhirnya disimpulkan bahwa sejumlah kapal Tiongkok yang diminta oleh negara ini akan melewati daerah ini setelah kesepakatan tentang protokol pengelolaan selat Iran." Mereka menambahkan, "Pelewatan ini dimulai tadi malam."
Dampak dan Konteks Global
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa "lebih dari 30 kapal" telah diizinkan untuk lewat, meskipun belum jelas apakah semuanya merupakan kapal China. Penguasaan Iran atas jalur ini telah mengguncang pasar global dan memberikan pengaruh besar bagi Teheran, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan lautnya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Izin melintas bagi kapal-kapal China ini bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China. Trump bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Kamis untuk membahas berbagai isu, termasuk perang Iran.
Kunjungan Trump ke China
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di Beijing menjadi sorotan, mengingat ketegangan yang melibatkan Iran dan Taiwan. Sebelumnya, Xi Jinping telah mengingatkan Trump bahwa penanganan yang salah terhadap Taiwan dapat membahayakan hubungan China-AS.
Langkah Iran ini menunjukkan adanya dinamika diplomatik yang kompleks di kawasan, di mana China memainkan peran penting sebagai mitra dagang dan politik Iran di tengah konflik yang berkepanjangan.



