Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Jakarta setelah melaksanakan kegiatan groundbreaking untuk 13 proyek hilirisasi tahap dua di Cilacap, Jawa Tengah. Beliau bertolak menggunakan pesawat CN TNI Angkatan Udara dari Bandara Tunggul Wulung pada Rabu, 29 April 2026, pukul 13.38 WIB. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi turut mendampingi dalam rombongan tersebut.
Kunjungan Kerja di Jawa Tengah
Prabowo memulai kunjungan kerjanya di Jawa Tengah sejak Selasa, 28 April 2026. Agenda pertama adalah meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas. Beliau juga berziarah ke makam kakek dan neneknya, RM Margono Djojohadikusumo dan RA Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Desa Dawuhan, Banyumas.
Revitalisasi Sekolah dan Groundbreaking Proyek
Pada hari Rabu, Prabowo meninjau SMA Negeri 1 Cilacap untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan dengan anggaran sebesar Rp1.053.562.000 dan telah rampung sejak tahun 2025. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap dua di Kawasan Industri Cilacap.
Daftar 13 Proyek Hilirisasi Tahap Dua
- Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina)
- Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau (Pertamina)
- Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur (Pertamina)
- Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua (Pertamina)
- Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, NTT (Pertamina)
- Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (MIND ID, Pertamina) dengan kapasitas 1,4 juta ton per tahun
- Fasilitas Produksi Stainless Steel berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Krakatau Steel) dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun
- Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten (Krakatau Steel) dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun
- Pengembangan Ekosistem dan Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat (Jasa Marga, WIKA)
- Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik, Jawa Timur (PINDAD, MIND ID) meliputi pengembangan fasilitas brass mill, brass cup, dan manufaktur logam mulia, dengan kapasitas awal brass cup hingga 10.000 ton per tahun, periode pembangunan 2026-2029
- Hilirisasi Minyak Sawit menjadi Produk Oleofood dan Biodiesel di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara (PTPN)
- Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Kebun Awaya Maluku Tengah, Maluku (PTPN) dengan kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun
- Fasilitas Pengolahan Kelapa Terintegrasi (MCT, Tepung, Arang Aktif) di Maluku Tengah, Maluku (PTPN) dengan kapasitas 300.000 butir kelapa per hari
Proyek-proyek ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.



