Pembangunan Flyover Bekasi Dipercepat Usai Kecelakaan Kereta, Butuh Rp 240 Miliar
Pembangunan Flyover Bekasi Dipercepat Usai Kecelakaan Kereta

Pemerintah Kota Bekasi mempercepat pembangunan flyover di kawasan padat lalu lintas setelah terjadinya kecelakaan kereta api di pintu perlintasan Bulak pada Senin (27/4/2026). Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa proyek tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru mulai bergerak secara konkret pada tahun 2025.

Percepatan Proyek Flyover

Menurut Tri Adhianto, secara teknis kawasan tersebut memang sudah layak dibangun flyover untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Pembangunan infrastruktur ini juga terkait dengan penataan akses jalan di sejumlah titik. Jika flyover terealisasi, beberapa jalur seperti di kawasan Ampera dan Gula Kapal akan disederhanakan aksesnya agar lalu lintas lebih terfokus dan lancar.

Dari sisi pendanaan, Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran bertahap untuk pembebasan lahan. Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp 50 miliar telah digelontorkan, disusul Rp 56 miliar pada tahun 2026. Dengan demikian, total dana yang telah disiapkan mencapai sekitar Rp 106 miliar. Namun, kebutuhan anggaran keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 240 miliar, sehingga masih terdapat kekurangan dana yang cukup besar. Sementara itu, alokasi dari APBD Provinsi Jawa Barat pada tahun ini baru terealisasi sekitar Rp 20 miliar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tri Adhianto mengungkapkan bahwa percepatan proyek ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Setelah adanya komunikasi dengan DPR dan pemerintah pusat, kebutuhan anggaran tambahan langsung dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden kemudian meninjau langsung kondisi di RSUD setempat pada pagi hari dan menyatakan dukungan untuk percepatan pembangunan. Bantuan dari pemerintah pusat diharapkan dapat menutup kekurangan anggaran yang ada.

Prabowo Perintahkan Perbaikan Perlintasan Kereta Api

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi perlintasan kereta api di Indonesia pasca insiden KRL ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi Timur. Data terbaru mencatat 14 orang meninggal dunia. Prabowo menyatakan bahwa di Jawa terdapat 1.800 titik perlintasan yang sudah ada sejak zaman Belanda. Ia menegaskan bahwa semua perlintasan tersebut harus segera diselesaikan.

Prabowo ingin semua hal yang berkaitan dengan operasional kereta api diperbaiki, termasuk perlintasan yang sangat vital dalam lalu lintas perjalanan kereta api. Ia telah memerintahkan perbaikan semua lintasan tersebut, baik dengan membangun pos jaga maupun flyover. Perbaikan itu diperkirakan menelan biaya Rp 4 triliun. Prabowo tidak ingin rencana perbaikan tersebut mengalami penundaan lagi karena sangat mendesak demi keselamatan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas peristiwa itu. Saat membesuk ke rumah sakit, ia mendapat informasi bahwa sebagian korban sudah diperbolehkan pulang. Prabowo juga memastikan semua korban akan mendapatkan kompensasi atas insiden tersebut.

Data Korban Kecelakaan

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan data korban terbaru hingga pukul 08.45 WIB. Tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Korban dibawa ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga