LRT Velodrome-Manggarai 100% Tersambung, Beroperasi Agustus 2026
LRT Velodrome-Manggarai Tersambung 100%, Operasi Agustus 2026

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mencapai tonggak sejarah setelah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menuntaskan pemasangan girder terakhir. Seluruh struktur jalur layang di koridor tersebut kini telah tersambung 100 persen. Girder terakhir dipasang di atas kawasan Double Double Track (DDT) Manggarai, yang menjadi titik konstruksi paling krusial karena berada tepat di atas jalur kereta aktif dengan lalu lintas perjalanan yang padat.

Tantangan Konstruksi di DDT Manggarai

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, kawasan DDT Manggarai sejak awal menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Selain aspek teknis konstruksi, pengerjaan di lokasi itu juga membutuhkan koordinasi ketat agar operasional kereta tetap berjalan aman.

"Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B," kata Iwan di Jakarta, dikutip Kamis (9/7/2026). Menurut Iwan, rampungnya pemasangan girder terakhir menjadi tonggak penting dalam penyelesaian proyek. Hingga pekan keempat Juni 2026, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 94,061 persen.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Tantangannya bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga pada koordinasi keselamatan dengan operasional perkeretaapian yang tetap berlangsung," ujarnya. Selanjutnya, proyek akan difokuskan pada penyelesaian pekerjaan konstruksi akhir serta penguatan kesiapan operasional, termasuk penyempurnaan sistem pendukung.

Target Operasi dan Manfaat bagi Jakarta

Jakpro menargetkan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai melayani penumpang pada Agustus 2026 setelah seluruh tahapan konstruksi dan kesiapan sistem dinyatakan rampung. Jalur ini diharapkan meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus mendukung target Jakarta sebagai kota global melalui sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.

Iwan mengatakan, setelah LRT Jakarta Fase 1A dan 1B beroperasi penuh, kedua jalur tersebut ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028. "Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, moda transportasi berbasis listrik ini juga diproyeksikan berkontribusi mengurangi emisi karbon perkotaan hingga 2.927.250 ton CO₂e," kata Iwan.

Ia menegaskan Jakpro berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal agar manfaat LRT Jakarta Fase 1B segera dirasakan masyarakat. "Ini bukan semata soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, andal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga