Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia telah mulai memasuki musim kemarau pada awal Mei 2026. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa sebanyak 10,4 persen dari zona musim telah memasuki periode kemarau. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang dirilis pada Maret lalu, di mana BMKG memperkirakan 26,3 persen zona musim akan memasuki kemarau pada Mei 2026.
Penjelasan Deputi Klimatologi BMKG
Ardhasena mengungkapkan bahwa data terkini menunjukkan perkembangan musim kemarau yang lebih lambat dari perkiraan awal. "Sejumlah 10,4 persen dari zona musim sudah masuk kemarau," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Minggu, 3 Mei 2026. Meskipun demikian, BMKG tetap memantau perkembangan cuaca dan iklim secara berkala untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Perbandingan dengan Perkiraan Sebelumnya
Pada Maret 2026, BMKG memproyeksikan bahwa 26,3 persen zona musim akan memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Namun, realisasi hingga awal Mei hanya mencapai 10,4 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa transisi dari musim hujan ke kemarau berlangsung lebih bertahap. Faktor-faktor seperti dinamika atmosfer dan kondisi laut memengaruhi percepatan atau perlambatan musim kemarau.
- Wilayah yang sudah memasuki kemarau meliputi sebagian Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara.
- BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan mengelola sumber daya air dengan bijak.
- Pemantauan terus dilakukan untuk memperbarui informasi zona musim setiap bulan.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau, terutama di sektor pertanian dan kebutuhan air bersih. BMKG juga akan terus memberikan pembaruan melalui kanal resmi mereka.



