Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Ludes, Warga Ngojek Pulang Disambut Api
Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Ludes, Warga Panik

Jakarta - Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan menghanguskan sekitar 250 rumah, berdampak pada 330 kepala keluarga. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.55 WIB, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam serta 165 personel untuk menjinakkan si jago merah.

Kesaksian Warga: Pulang Ngojek, Api Sudah Berkobar

Salah seorang warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW 04 Kebon Kosong, Supriatin, menuturkan kepanikan saat api mulai melalap rumahnya. "Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah," ujar Supriatin, seperti dilansir Antara. Ia menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Beruntung, seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang berhasil selamat.

Pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka

Pemerintah segera menyiapkan lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, untuk memudahkan pendataan dan koordinasi bantuan. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak. "Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal di Jakarta, Selasa (2/6) dini hari. Tiga tenda telah didirikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik dari PMI dan BPBD telah tiba di lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pendataan Warga Terdampak

Pendataan kini dilakukan secara mendalam, mencakup warga terdampak di dua RW, yaitu RW 04 (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 (RT 01, 02, dan 03). Safrizal menjelaskan bahwa data akan mencakup detail usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi. Setelah situasi darurat berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga. "Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," pungkas Safrizal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga