Wajah Baru Jalan Rasuna Said Diresmikan 22 Juni, Bebas dari Tiang Monorel Mangkrak
Jalan Rasuna Said Bebas Tiang Monorel, Diresmikan 22 Juni

Transformasi Total Jalan Rasuna Said: Dari Tiang Monorel Mangkrak Menuju Koridor Representatif

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan tahap krusial dalam revitalisasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Seluruh tiang monorel yang mangkrak bertahun-tahun di koridor penting ini akhirnya berhasil dipotong dan dirapikan, menghilangkan gangguan visual dan tata kota yang lama dikeluhkan masyarakat.

Peresmian Bertepatan dengan Hari Jadi Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa penataan Jalan Rasuna Said yang kini bebas dari tiang monorel akan diresmikan secara resmi pada tanggal 22 Juni 2026. Tanggal tersebut dipilih secara simbolis karena bertepatan dengan hari lahir Jakarta, merujuk pada keberhasilan pasukan Fatahillah merebut Sunda Kelapa dari Portugis pada 22 Juni 1527.

"Saudara-saudara sekalian, sekarang yang namanya monorel tanggal 22 Juni besok saya akan resmikan dan saya akan ajak Bang Yos, Jalan Rasuna Said Kuningan kita, pedestrian jalannya itu pasti kayak jalan Sudirman-Thamrin," tegas Pramono dalam sambutannya di acara Halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah 2026 di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proyek Warisan dan Penyelesaian Akhir

Proyek monorel Jakarta yang mangkrak ini merupakan peninggalan era kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos) pada periode 1997-2007. Pramono secara khusus mengundang Sutiyoso untuk bersama-sama meresmikan transformasi jalan ini, sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan infrastruktur yang ditinggalkan.

"Saya yakin peninggalan Bang Yos itu begitu banyak terutama di sektor infrastruktur dan transportasi, tetapi monorel ini menjadi beban beliau pasti. Karena perubahan kebijakan yang ada di pemerintah pusat, bukan karena Bang Yos, karena perubahan kebijakan di pemerintah pusat," jelas Pramono mengenai alasan terhentinya proyek monorel tersebut.

Fokus pada Pembenahan Menyeluruh

Dengan terselesaikannya pemotongan 109 tiang monorel, Pemprov DKI kini mengalihkan fokus pada pembenahan menyeluruh koridor Rasuna Said. Tujuan utamanya adalah menciptakan kawasan yang lebih nyaman, representatif, dan setara dengan kualitas jalan protokol utama seperti Sudirman-Thamrin.

Pramono menegaskan komitmennya terhadap pembangunan nyata, "Dan itulah yang menjadi etalase baru bahwa Jakarta sekarang ini dalam membangun memang saya bukan orang yang apa, banyak mau di medsos dan enggaklah, saya ini orang kerja aja. Dan itu terselesaikan."

Dampak Positif bagi Tata Kota

Keberhasilan penghilangan tiang-tiang beton monorel ini membawa beberapa dampak positif:

  • Peningkatan estetika visual dan pemandangan jalan
  • Perbaikan tata kota dan kelancaran lalu lintas
  • Transformasi menjadi koridor pedestrian yang lebih manusiawi
  • Penghapusan simbol proyek mangkrak yang mengganggu

Proses pemotongan tiang monorel sendiri telah dipantau langsung oleh Pramono Anung pada Rabu (14/1/2026), didampingi oleh Sutiyoso dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menciptakan wajah baru Jakarta yang lebih tertata dan berorientasi pada kenyamanan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga