Ibu di Pandeglang Ditandu 1 Km Usai Melahirkan Akibat Jalan Desa Rusak Parah
Ibu Ditandu 1 Km Usai Melahirkan karena Jalan Rusak

Ibu di Pandeglang Terpaksa Ditandu 1 Kilometer Usai Melahirkan karena Jalan Desa Rusak

Seorang ibu bernama Elis (31), warga Kampung Kikasam, Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami peristiwa memilukan usai melahirkan. Ia terpaksa ditandu sejauh sekitar 1 kilometer untuk pulang ke rumah akibat kondisi jalan desa yang rusak parah.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan

Menurut adik kandung Elis, Hadi, akses jalan menuju kampung mereka sangat buruk, sehingga pasien seperti Elis harus ditandu. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 17 April 2026, setelah Elis menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan. Sayangnya, dalam proses tersebut, anak ketiganya tidak selamat.

"Anaknya tidak selamat," kata Hadi dengan sedih.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah dinyatakan pulih oleh dokter, Elis diizinkan pulang. Namun, jalan yang rusak memaksa keluarga menggunakan bambu dan sarung untuk menandunya sepanjang perjalanan.

Fenomena yang Berulang

Hadi mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya kejadian serupa terjadi. Ia menyaksikan bibinya juga ditandu dua tahun lalu saat pulang dari rumah sakit.

"Sering, bahkan bibi saya juga ditandu pas pulang dari RS Banten 2 tahun lalu," ujarnya.

Kondisi infrastruktur jalan tersebut telah rusak hampir 25 tahun, sejak Hadi lahir pada 2001 hingga 2026, tanpa ada perbaikan signifikan. Jalan ini merupakan penghubung vital antara Kecamatan Sukaresmi dan Patia.

Harapan untuk Perbaikan

Hadi merasa kesal karena jalan utama ini belum pernah tersentuh pembangunan. Ia berharap pemerintah segera menangani masalah ini agar warga tidak lagi harus ditandu akibat jalan rusak.

"Jalan ini termasuk jalan utama bagi lalu lintas masyarakat, yang sering dilalui ketika mau bepergian ke arah kota ataupun ke pasar," tambahnya.

Insiden ini menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur di daerah terpencil, demi keselamatan dan kenyamanan warga, terutama dalam situasi darurat kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga