Banjir kembali melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Bencana ini berdampak pada 12.307 jiwa dan memaksa ratusan orang mengungsi. Banjir terjadi di 29 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Penyebab Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara melaporkan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (13/5) menyebabkan debit air di beberapa sungai meluap. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Rongkong, Sungai Masamba, Sungai Baliase, Sungai Kanjiro, dan Sungai Bungadidi.
Anggota tim BPBD Lutra, A Zulkarnain, menjelaskan bahwa luapan sungai membawa material kayu dan lumpur dari kawasan pegunungan. Hal ini memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut.
Kecamatan Terdampak
Tujuh kecamatan terendam banjir, yaitu Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke Barat, Malangke, Mappedeceng, Bone-Bone, dan Tanalili. Hingga Rabu sore, ketujuh kecamatan tersebut masih terdampak banjir.
Zulkarnain menambahkan bahwa tiga kecamatan mengalami kondisi yang cukup parah. Ketinggian air di beberapa lokasi belum berubah secara signifikan.
Dampak Banjir
Banjir tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga pada fasilitas umum. Sebanyak 34 unit fasilitas ibadah terendam, 10 unit fasilitas kesehatan, dan 27 unit fasilitas pendidikan. Selain itu, enam jembatan mengalami kerusakan dan 121.000 kilometer jalan terendam air.
Dari sisi demografi, terdapat 558 jiwa warga lanjut usia (lansia) dan 330 jiwa balita yang terdampak. Total kepala keluarga (KK) yang terkena dampak mencapai 3.557 KK. Selain itu, ada 29 ibu hamil dan 6 orang penyandang disabilitas yang turut terdampak.
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah merespons bencana ini dengan menetapkan status tanggap darurat. Status ini berlaku mulai Kamis (18/5) hingga Selasa (16/6). Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan banjir dan bantuan kepada para korban.
Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.



