Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan membangun 12 sistem tata air rumah pompa baru hingga tahun 2027. Proyek ini tersebar di sejumlah wilayah rawan banjir, mulai dari Cilincing di Jakarta Utara hingga Cengkareng di Jakarta Barat.
Pembangunan Pompa Baru untuk Mengatasi Curah Hujan Ekstrem
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, menyatakan bahwa pembangunan ini bertujuan memperkuat pengendalian banjir di tengah tren curah hujan yang ekstrem. Saat ini, kapasitas infrastruktur pengendali banjir Jakarta hanya dirancang untuk curah hujan sekitar 100-150 mm. Untuk curah hujan yang lebih tinggi, diperlukan kapasitas infrastruktur yang lebih besar.
Pembangunan pompa baru dilakukan secara bertahap pada rentang 2025-2027 melalui proyek JakTirta dan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Fokusnya adalah memperkuat sistem polder, meningkatkan kapasitas drainase, dan mempercepat surutnya genangan di kawasan rawan banjir.
Daftar 12 Sistem Tata Air Pompa yang Akan Dibangun
- Pompa Bulak Cabe dengan kapasitas 24 meter kubik per detik.
- Pompa Pegangsaan Dua dengan kapasitas 9 meter kubik per detik.
- Pompa Cilincing KBN dengan kapasitas 16 meter kubik per detik.
- Pompa Warung Jengkol dengan kapasitas 2 meter kubik per detik.
- Pompa Kampung Sawah, Rawa Terate dengan kapasitas 6 meter kubik per detik.
- Pompa Kayu Putih, Rawa Terate dengan kapasitas 15 meter kubik per detik.
- Peningkatan Pompa Ancol dengan kapasitas 25 meter kubik per detik.
- Peningkatan Pompa IKIP dengan kapasitas 6 meter kubik per detik.
- Pompa Cempaka Putih dengan kapasitas 14 meter kubik per detik.
- Pompa Cengkareng dengan kapasitas 12 meter kubik per detik.
- Pompa Mangga Raya Greenville dengan kapasitas 4,5 meter kubik per detik.
- Pompa Daan Mogot (Depag, KM 13, KM 13,5) dengan kapasitas 23 meter kubik per detik.
Peningkatan Pompa Lama dan Infrastruktur Pendukung
Selain pembangunan baru, Pemprov DKI juga meningkatkan kapasitas sejumlah pompa lama di beberapa wilayah. Proyek-proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2027. Dinas SDA juga menggarap peningkatan sarana dan prasarana kali/sungai, pembangunan embung dan waduk, serta normalisasi sungai di titik prioritas seperti Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Berdasarkan data per 18 Mei 2026, Pemprov DKI saat ini memiliki 683 unit pompa stasioner di 246 lokasi serta 540 unit pompa mobile yang tersebar di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mendukung percepatan penanganan genangan.



