Andre Rosiade Kawal Flyover Sitinjau Lauik, Target Fungsional Oktober 2027
Andre Rosiade Kawal Flyover Sitinjau Lauik, Target 2027

Andre Rosiade Pantau Langsung Progres Flyover Sitinjau Lauik di Padang

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan bebas dari hambatan hukum maupun persoalan pembebasan lahan.

Proyek Lintas Pemerintahan dengan Nilai Triliunan Rupiah

Andre Rosiade menegaskan bahwa Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek besar yang telah diperjuangkan sejak era Presiden Joko Widodo dan berlanjut hingga tahap lelang serta kontrak resmi di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tahap pertama proyek ini memiliki nilai investasi hampir Rp 2,8 triliun, yang dibiayai melalui APBN Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan rencana lanjutan ke tahap kedua bernilai lebih dari Rp 3 triliun.

"Proyek ditargetkan sudah fungsional pada Oktober 2027. Kepastian lahan menjadi kunci utama agar pembangunan dan investasi tidak kembali terhambat," tegas Andre Rosiade dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Sinergi Lintas Instansi untuk Percepatan Pembangunan

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini mengapresiasi kolaborasi antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Badan Pertanahan Nasional, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, serta Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mengawal proses pembebasan lahan. Rombongan peninjauan juga melibatkan:

  • Kepala Kanwil BPN/ATR Sumbar Teddi Guspriadi
  • Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin
  • Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi
  • Jajaran Pemerintah Provinsi dan Kota Padang

Mereka meninjau titik awal Flyover Panorama Sitinjau Lauik 1 yang merupakan bagian paling krusial dari jalur rawan kecelakaan Padang-Solok.

Komitmen Hukum dan Progres Pembangunan

Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin menegaskan komitmen pendampingan hukum agar proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Kejati Sumbar siap memfasilitasi rapat koordinasi awal April untuk mempercepat penyelesaian proyek flyover maupun rencana pembangunan jalan tol ke depan.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyampaikan bahwa progres Flyover Sitinjau Lauik berjalan sesuai tahapan dengan target fungsional Oktober 2027. Selain pekerjaan utama, BPJN juga menyiapkan kajian pembangunan fasilitas pendukung keselamatan berupa:

  1. Rest area sebagai titik pengecekan rem kendaraan
  2. Lajur penyelamat di Panorama 2 yang memiliki turunan ekstrem

Terkait persoalan lahan, sebagian kawasan hutan telah mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan, sementara lahan masyarakat sekitar 10 hektare ditargetkan rampung administrasinya pada Maret agar pekerjaan fisik dapat diakselerasi.

Dampak Ekonomi dan Logistik Jangka Panjang

Andre Rosiade menekankan bahwa Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan jalur keselamatan, logistik, dan masa depan ekonomi Sumatera Barat. "Keberhasilan Panorama 1 akan dilanjutkan ke Panorama 2 untuk memperkuat jalur logistik Padang-Solok-Sawahlunto hingga Jambi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat," jelasnya.

Politisi Gerindra ini berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas instansi hingga tahap kedua proyek, memastikan pembangunan infrastruktur strategis ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan perekonomian daerah.