PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta saat ini menyediakan layanan shuttle bagi pelanggan yang terdampak penyesuaian rute atau kendala operasional akibat kecelakaan yang terjadi pada Senin, 27 April 2026, di kawasan Bekasi. Layanan ini dioperasikan untuk mengangkut pelanggan dengan tarif normal sebagai bentuk dukungan nyata bagi mobilitas masyarakat.
Layanan Shuttle dan Alternatif Rute
Kepala Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bahwa TransJakarta memastikan kebutuhan mobilitas pelanggan tetap terpenuhi melalui penyediaan layanan shuttle serta optimalisasi rute yang sudah ada. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi TransJakarta, termasuk media sosial dan aplikasi TJ:Transjakarta.
Selain shuttle, TransJakarta memiliki berbagai alternatif rute dari dan menuju Bekasi, terdiri dari enam rute Transjabodetabek dan dua rute Royaltrans. Berikut rinciannya:
Rute Transjabodetabek
- B11: Bekasi Barat - Cawang
- B21: Bekasi Timur - Cawang
- B25: Bekasi - Dukuh Atas
- B41: Vida Bekasi - Cawang Sentral
- B51: Cikarang - Cawang
- 2B: Harapan Indah - Pulo Gadung
Layanan Royaltrans
- B13: Summarecon Bekasi - Blok M
- B14: Summarecon Bekasi - Kuningan
Stasiun Bekasi Timur Akan Beroperasi Kembali
PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengoperasikan Stasiun Bekasi Timur untuk naik-turun penumpang KRL Commuter Line mulai Rabu, 29 April 2026, siang. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa hingga Selasa malam, proses evakuasi sarana KRL masih dilakukan. Pada pagi hari, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Anne menjelaskan bahwa Stasiun Bekasi Timur akan dicoba kembali melayani penumpang secara bertahap untuk lintas Bekasi-Cikarang seiring perkembangan di lokasi. Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian dan memastikan perjalanan hanya dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
Evaluasi Kesiapan Stasiun
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa evaluasi tidak hanya terkait rel, tetapi juga persinyalan dan listrik aliran atas (LAA). Ia menegaskan bahwa semua komponen harus dipastikan berfungsi sebelum Stasiun Bekasi Timur dibuka kembali. Proses evakuasi dan pengecekan dilakukan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian.



