Akses Jalan Terminal Terpadu Depok Rusak Parah, Warga: Mirip Kubangan Kerbau
Akses Jalan Terminal Depok Rusak Parah, Warga Keluhkan Kubangan

Akses Jalan Terminal Terpadu Depok Rusak Parah, Warga: Mirip Kubangan Kerbau

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi akses jalan menuju dan di area Terminal Terpadu Depok, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat parah. Kerusakan ini ditandai dengan banyaknya lubang di permukaan jalan, yang telah lama dikeluhkan oleh warga setempat dan para sopir angkot yang beroperasi di kawasan tersebut.

Keluhan Warga dan Dampak Kerusakan

Salah seorang warga, Miftahul Ulum, mengungkapkan bahwa kerusakan akses jalan di Terminal Terpadu Depok sudah berlangsung dalam waktu yang lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan. "Kalau hujan di sini lubangnya tertutup dengan air, mirip kubangan kerbau," ujarnya pada Kamis, 12 Februari 2026.

Miftahul, yang setiap hari mengantar istrinya menggunakan transportasi Commuter Line dari Stasiun Depok Baru yang terintegrasi dengan terminal, menceritakan pengalaman pribadinya. Mobilnya pernah mengalami kerusakan akibat tidak mengetahui adanya lubang besar yang tertutup genangan air saat hujan. "Bumper depan mobil penyok karena ada lubang besar tertutup air saat hujan," keluhnya.

Lubang-lubang tersebut memiliki kedalaman antara lima hingga sepuluh sentimeter dengan lebar mencapai 30 sentimeter, tersebar di sejumlah titik akses jalan terminal. "Lubangnya ada yang dalam dan lebar juga," jelas Miftahul, menekankan bahaya yang ditimbulkan bagi pengendara, terutama saat musim hujan ketika lubang sulit terlihat.

Minimnya Fasilitas Umum di Terminal

Tidak hanya masalah jalan rusak, Terminal Terpadu Depok juga dikritik karena minimnya fasilitas umum yang seharusnya tersedia di sebuah terminal terintegrasi. Fasilitas seperti ruang tunggu dan toilet untuk penumpang dinilai sangat kurang.

"Dapat dilihat sendiri fasilitas di sini, jauh dari kata layaknya sebuah terminal terintegrasi," ucap Miftahul. Ia meminta agar perbaikan jalan dan penambahan fasilitas dapat segera dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang menggunakan transportasi di area terminal.

Suara Pengemudi Angkot

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengemudi angkot, Nuroji. Ia mengaku bahwa kerusakan jalan tidak hanya menjadi masalah bagi sopir, tetapi juga penumpang yang sering mengeluh, terutama saat hujan. "Bukan cuma sopir, penumpang juga ngeluh, apalagi kalau hujan, membedakan ada lubang dan jalan mulus susah karena tertutup air," kata Nuroji.

Para pengemudi angkot harus pintar memilih jalur untuk menghindari lubang yang dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan. "Ya kalau ga pintar milih jalan, nanti dapat menyebabkan kaki-kaki mobil rusak, mana lubangnya banyak dan cukup dalam juga," keluh Nuroji, menambahkan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada biaya perawatan kendaraan.

Dengan demikian, perbaikan akses jalan dan peningkatan fasilitas di Terminal Terpadu Depok menjadi tuntutan mendesak dari warga dan pengguna jasa transportasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.