Air Bekas Mengepel Lantai Bisa Dimanfaatkan untuk Menyiram Tanaman dengan Syarat Tertentu
Biasanya, air bekas mengepel lantai langsung dibuang begitu saja setelah digunakan. Padahal, dalam kondisi tertentu, air tersebut masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya adalah untuk menyiram tanaman. Namun, penggunaan air bekas pel ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena bisa memberikan dampak positif atau justru merusak tanaman yang disiram.
Faktor Penentu Keamanan Air Bekas Pel untuk Tanaman
Menurut penjelasan dari ahli hortikultura, Justin Hancock, keamanan air bekas pel untuk tanaman sangat bergantung pada dua faktor utama. Pertama, bahan-bahan yang digunakan saat proses mengepel lantai. Kedua, jenis tanaman yang akan disiram dengan air tersebut. Kombinasi dari kedua faktor ini akan menentukan apakah air bekas pel aman atau berbahaya bagi tanaman.
Bagaimana cara menggunakan air bekas pel agar aman untuk tanaman? Air bekas pel masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman jika Anda hanya memakai air bersih tanpa tambahan sabun, deterjen, atau cairan pembersih apa pun. Penggunaan bahan kimia dalam cairan pembersih dapat meninggalkan residu yang berpotensi merusak tanah dan akar tanaman.
Tips Praktis dalam Memanfaatkan Air Bekas Pel
Untuk memastikan keamanan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti:
- Periksa bahan pembersih: Pastikan tidak ada sabun atau deterjen yang tercampur dalam air bekas pel.
- Kenali jenis tanaman: Beberapa tanaman lebih sensitif terhadap perubahan kimia dalam air, jadi sesuaikan dengan jenisnya.
- Gunakan secukupnya: Hindari menyiram tanaman secara berlebihan dengan air bekas pel untuk mencegah penumpukan residu.
Dengan memperhatikan hal-hal ini, Anda tidak hanya dapat menghemat air tetapi juga memberikan perawatan yang tepat bagi tanaman di rumah. Namun, jika ragu, lebih baik menggunakan air bersih biasa untuk menyiram tanaman demi menghindari risiko kerusakan.