AHY: 1.397 Madrasah Tsanawiyah Direvitalisasi, Anggaran Rp 4 Triliun
AHY: 1.397 MTs Direvitalisasi, Anggaran Rp 4 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan bahwa sebanyak 1.397 bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan menjadi prioritas dalam program rehabilitasi sekolah. Anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ini mencapai Rp 4 triliun.

Rincian Program Revitalisasi

Dalam kunjungannya ke Mts Negeri Kota Bogor pada Jumat (19/6/2026), AHY menyatakan, "Ini merupakan Inpres nomor 7 tahun 2025, yang secara umum perlu saya laporkan, di sini ada kurang lebih 1.400 Madrasah Tsanawiyah, tepatnya 1.397 di seluruh Indonesia. Ini memakan anggaran kurang lebih 4 triliun rupiah untuk renovasi, rehabilitasi, dan sekali lagi penguatan secara infrastruktur."

Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup penguatan infrastruktur terhadap 548 madrasah dengan anggaran Rp 1,3 triliun. Sedangkan tahap kedua meliputi rehabilitasi 849 madrasah dengan anggaran Rp 2,35 triliun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tahap Pertama

"Tahap pertama itu di 548 madrasah. Ini single year contract, yaitu pada tahun 2025 dan telah memakan anggaran kurang lebih 1,3 triliun," jelas AHY.

Tahap Kedua

"Sedangkan pada tahap 2, ini ada yang sifatnya single year contract, itu di satu provinsi di Kalimantan Barat kurang lebih 60 miliar rupiah, dan di 13 madrasah. Sedangkan ada yang sifatnya multi year contract 2025-2026, ini yang paling banyak 836 madrasah dan progresnya secara umum per hari ini 62 persen, dan khusus di madrasah ini tadi 95 persen, memakan anggaran kurang lebih 2,35 triliun rupiah," imbuh AHY.

Latar Belakang Program

AHY menegaskan bahwa program prioritas penguatan infrastruktur sekolah ini merupakan respons atas insiden bangunan pesantren roboh di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sasaran perbaikan adalah gedung sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

"Ini juga merupakan respons terhadap insiden tahun lalu di Sidoarjo, Jawa Timur. Di bulan September yang lalu, ada bangunan di Pondok Pesantren yang roboh, mengakibatkan korban jiwa yang tentunya sangat memilukan," kata AHY.

Pentingnya Infrastruktur Sekolah

Dia menjelaskan bahwa program penguatan infrastruktur sekolah merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga mendukung guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran.

"Saya rasa ini semua yang menjadi kunci sukses SDM unggul untuk Indonesia yang semakin baik," ujar AHY menutup pernyataannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga