Trump Akui Cadangan Minyak Dunia Tinggal 4 Minggu Tanpa Kesepakatan Iran
Trump: Cadangan Minyak Tinggal 4 Minggu Tanpa Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengakui bahwa cadangan minyak global berada dalam kondisi yang sangat kritis. Pengakuan ini muncul di tengah tekanan yang mendorong Washington untuk menerima persyaratan dari Iran guna mencapai kesepakatan kerangka kerja yang dapat mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan Trump di KTT G7

Dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Prancis pada Rabu (17/6) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa tanpa adanya kesepakatan dengan Iran, dunia akan menghadapi kekacauan akibat habisnya cadangan minyak dalam waktu sekitar empat minggu ke depan.

“Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu,” ujar Trump kepada para wartawan, seperti dilaporkan oleh media The Hill pada Kamis (18/6/2026). Ia menambahkan, “Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita akan benar-benar kehabisan, dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkannya.”

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Serangan Militer pada Selat Hormuz

Presiden AS itu juga mengakui bahwa serangan militer yang terus berlanjut akan membuat Selat Hormuz tetap tertutup. Selat ini merupakan jalur perdagangan minyak yang sangat vital bagi pasar global. “Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan bisa berlayar,” katanya, merujuk pada dampak dari perjanjian dengan Teheran.

Pengakuan Trump ini menegaskan efektivitas strategi Iran dalam memberlakukan pembatasan di jalur air strategis tersebut, yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Nota Kesepahaman AS-Iran

Pernyataan Trump muncul di tengah proses penyelesaian nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengakhiri perang dan operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon, secara langsung. Selain itu, kesepakatan tersebut juga mengatur pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, para pejabat Iran secara konsisten menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz merupakan tindakan defensif yang sah sebagai respons terhadap agresi tanpa provokasi dari pihak lawan.

Dengan adanya perkembangan ini, dunia kini menanti implementasi dari kesepakatan yang telah dirancang, yang diharapkan dapat menstabilkan pasokan minyak global dan mencegah krisis energi yang lebih parah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga