KOMPAS.com - Kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 diduga merupakan aksi yang terkoordinasi dengan tahapan eskalasi yang jelas. Temuan ini diungkapkan oleh Komisi Pencari Fakta yang dibentuk oleh Kontras, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, dan LBH Jakarta.
Pola Eskalasi Terstruktur
Komisi tersebut menemukan adanya pola eskalasi yang terstruktur dalam kerusuhan tersebut. Selain itu, pergerakan massa juga terindikasi sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa kerusuhan bukanlah aksi spontan, melainkan telah direncanakan dengan matang.
Pencarian Dalang Masih Berlangsung
Hingga saat ini, polisi dan aparat keamanan belum berhasil mengungkap dalang di balik kerusuhan Agustus 2025. Alih-alih menemukan titik terang, justru beredar narasi di media sosial yang menyebutkan adanya keterlibatan antek asing dalam kerusuhan tersebut.
Narasi Antek Asing untuk Mendiskreditkan Aksi
Kolaborasi yang dilakukan oleh Kompas.com bersama Tempo, Tribunnews.com, Suara.com, serta Drone Emprit menemukan bahwa narasi antek asing tersebut merupakan upaya untuk mendiskreditkan aksi demonstrasi yang terjadi sebelum kerusuhan. Narasi ini sengaja disebarkan untuk mengalihkan perhatian dari fakta-fakta yang ada.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang belum terbukti kebenarannya.



