Prabowo Bahas Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Mikro di Istana
Prabowo Bahas Teknologi Pengolahan Sampah Mikro di Istana

Prabowo Gelar Rapat Lanjutan Bahas Teknologi Pengolahan Sampah Mikro

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026. Rapat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya pada Rabu, 11 Februari 2026, yang fokus pada percepatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri Brian Yuliarto Jelaskan Rincian Teknologi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengonfirmasi bahwa rapat dihadiri oleh tujuh orang undangan, meski belum dapat mengungkap detail lengkap agenda. Dia menegaskan bahwa teknologi ini telah diimplementasikan di sekitar 20 kampus, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Diponegoro (Undip).

Brian menyatakan, "Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus," menekankan target implementasi dan uji coba dalam tahun berjalan. Teknologi ini dirancang sebagai pelengkap program Waste to Energy yang sudah berjalan, dengan fokus pada pengolahan sampah menjadi material berguna, bukan menghasilkan listrik.

Target Implementasi dan Koordinasi Antar Lembaga

Pemerintah menargetkan uji coba teknologi ini dimulai tahun 2026 di tingkat kelurahan atau desa, dengan kapasitas penanganan sampah sekitar 10 ton per hari. Brian menjelaskan, "Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya."

Untuk memastikan keberhasilan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi dengan:

  • Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk aspek lingkungan.
  • Danantara untuk integrasi program.
  • Pemerintah daerah untuk uji coba di berbagai kota.

Rapat lanjutan direncanakan segera dengan pihak-pihak terkait guna mempercepat implementasi secara massal dan standarisasi yang lebih baik.

Latar Belakang dan Arahan Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta Brian Yuliarto untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro ini. Brian menuturkan, "Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan."

Dia juga telah meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan ITB pada Sabtu, 7 Februari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani isu sampah secara berkelanjutan.