Badan Geologi Tegaskan Potensi Risiko Sesar Lembang Nyata, Perlu Mitigasi Berkelanjutan
Potensi Risiko Sesar Lembang Nyata, Butuh Mitigasi Berkelanjutan

Badan Geologi Tegaskan Potensi Risiko Sesar Lembang Nyata, Perlu Mitigasi Berkelanjutan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menegaskan bahwa potensi risiko dampak dari Sesar Lembang adalah nyata dan memerlukan langkah-langkah mitigasi yang konsisten serta berkelanjutan. Hal ini terutama penting bagi kawasan padat penduduk di Bandung Raya yang berada di sekitar zona sesar aktif tersebut.

Pergerakan Segmen Sesar dan Potensi Gempa Signifikan

Penyelidik Bumi Utama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Supartoyo, menyampaikan bahwa pergerakan seluruh segmen Sesar Lembang, yang memiliki panjang sekitar 29 kilometer, berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo yang signifikan. Ia menjelaskan, "Jika seluruh segmen bergerak, maka potensi magnitudo bisa mencapai 6,8 hingga 7. Ini menjadi dasar dalam penyusunan skenario terburuk untuk rencana kontingensi dalam mengantisipasi risiko di masa depan."

Skenario Terburuk dan Dampak yang Diperkirakan

Menurut Supartoyo, dalam skenario terburuk, percepatan tanah di sekitar wilayah sesar dapat mencapai 0,6 hingga 0,8 g, dengan intensitas getaran yang diperkirakan melebihi VIII MMI. Kondisi ini mengindikasikan bahwa gempa yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur, sehingga memperkuat urgensi untuk melakukan mitigasi bencana secara menyeluruh.

Langkah-langkah mitigasi yang dimaksud mencakup peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan infrastruktur tahan gempa, dan penguatan sistem peringatan dini. Badan Geologi menekankan bahwa upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi nyawa serta harta benda warga di kawasan Bandung Raya.