Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG
Nanik Janji Efisiensi Anggaran BGN, Moratorium Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengumumkan kebijakan baru setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana. Efisiensi anggaran menjadi fokus utama yang akan segera diimplementasikan.

Konsolidasi Internal BGN

Dalam rapat konsolidasi di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), Nanik menyatakan bahwa efisiensi menjadi langkah pertama yang disepakati. Meskipun anggaran BGN telah dipangkas dari Rp2 triliun menjadi Rp268 miliar, ia berharap dapat menekan anggaran lebih lanjut tanpa mengurangi sasaran program.

Langkah Efisiensi Anggaran

Nanik menjelaskan penghematan akan dilakukan di berbagai bidang, termasuk refocusing penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan moratorium pembangunan dapur MBG baru. Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang sudah berjalan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Refocusing penerima manfaat: Menyesuaikan sasaran penerima agar lebih tepat.
  • Moratorium dapur baru: Menghentikan sementara pembangunan dapur MBG baru.
  • Pembenahan dapur eksisting: Meningkatkan standar operasional, kualitas makanan, dan pelatihan SDM.

Fokus pada Daerah 3T

BGN juga mendorong pelaksanaan MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema alternatif, tanpa menambah beban APBN. Langkah ini memastikan perluasan layanan tetap berjalan efisien.

Nanik menegaskan bahwa konsolidasi internal terus dilakukan untuk mencapai efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas program. "Kami fokus kepada efisiensi anggaran," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga