Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait pola iklim di Indonesia. Lembaga ini memprakirakan bahwa musim kemarau pada tahun 2026 akan tiba lebih awal dibandingkan dengan rerata klimatologis yang biasanya terjadi.
Pergeseran Musim Akibat Fenomena Iklim Global
Kepala BMKG, Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pergeseran ini terjadi setelah fenomena La Niña Lemah berakhir pada bulan Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global berada dalam fase Netral, namun memiliki peluang untuk bergerak menuju fase El Nino pada pertengahan tahun 2026.
Data Indeks ENSO Menunjukkan Tren Perubahan
Faisal Fathani lebih lanjut menyebutkan bahwa nilai indeks ENSO (El Niño-Southern Oscillation) saat ini tercatat sebesar -0,28. Indeks ini diperkirakan akan bertahan hingga bulan Juni 2026, yang menjadi indikator kuat terhadap peralihan kondisi iklim.
Prediksi BMKG ini didasarkan pada analisis data klimatologis dan pengamatan fenomena global yang mempengaruhi cuaca di Indonesia. Pergeseran musim kemarau yang lebih awal dapat berdampak pada berbagai sektor, seperti pertanian, sumber daya air, dan aktivitas masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan pola cuaca ini, termasuk dengan mengoptimalkan pengelolaan air dan menyesuaikan jadwal tanam bagi para petani.



