Harga Minyak Global Anjlok ke Level Terendah, Indonesia Justru Naikkan Harga BBM Nonsubsidi
Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga mencapai level terendah dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sempat berada di bawah 91 dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan ini terjadi setelah Iran membuka akses Selat Hormuz pada Jumat, 17 April 2026, yang merupakan jalur strategis untuk perdagangan minyak global.
Pemicu Penurunan Harga Minyak Dunia
Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, tercatat turun lebih dari 9 persen menjadi 90,38 dolar AS per barel. Penurunan signifikan ini dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang mengumumkan bahwa negaranya membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut bersamaan dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel, yang turut meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi ekspor minyak dari negara-negara produsen di kawasan tersebut, termasuk Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Pembukaan akses ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan minyak global, sehingga menekan harga di pasar internasional.
Kebijakan Pemerintah Indonesia yang Kontras
Di tengah tren penurunan harga minyak global, pemerintah Indonesia justru mengambil langkah yang berlawanan dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Jenis BBM yang terkena kenaikan harga meliputi:
- Pertamax Turbo
- Dexlite
- Pertamina Dex
Kebijakan ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat dan pengamat ekonomi, mengingat kondisi pasar minyak dunia yang sedang mengalami penurunan. Beberapa pihak mempertanyakan alasan di balik kenaikan harga BBM nonsubsidi di Indonesia, sementara harga minyak mentah di pasar internasional justru turun.
Pemerintah Indonesia belum memberikan penjelasan resmi secara detail mengenai keputusan ini. Namun, diperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi terkait dengan faktor-faktor domestik, seperti biaya produksi, distribusi, dan kebijakan fiskal yang diterapkan oleh negara.
Analis memprediksi bahwa penurunan harga minyak dunia ini mungkin bersifat sementara, tergantung pada perkembangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi di Indonesia terhadap perekonomian dan konsumen masih perlu dipantau lebih lanjut.



