Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
Minyak Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan Iran

KOMPAS.com - Harga minyak dunia langsung anjlok pada perdagangan Senin waktu setempat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa, 19 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah Trump menerima permintaan langsung dari sejumlah pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk, di tengah proses negosiasi serius yang masih berlangsung.

Dampak Pembatalan Serangan terhadap Harga Minyak

Berdasarkan data pasar global, harga minyak mentah standar Brent langsung merosot dari 112 dollar AS menjadi 109 dollar AS per barel setelah Trump merilis pernyataannya melalui platform media sosial Truth Social. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk yang sebelumnya memanas akibat ancaman konflik militer.

Blokade Selat Hormuz dan Negosiasi

Selain harga minyak yang anjlok, isu blokade Selat Hormuz juga menjadi sorotan. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dunia. Dengan dibatalkannya serangan, pasar merespons positif karena risiko gangguan pasokan berkurang. Namun, negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung, sehingga situasi tetap dinamis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para analis memperkirakan harga minyak masih akan berfluktuasi tergantung pada perkembangan diplomasi selanjutnya. Langkah Trump ini juga dinilai sebagai upaya untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah tanpa harus menggunakan kekuatan militer.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga