Pemprov Jateng Komitmen Dukung Industri Hijau dengan Pasokan EBT 180 MW
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi mendukung pengembangan bisnis energi baru terbarukan di Kawasan Industri Terpadu Batang melalui kerja sama strategis. Komitmen ini diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerahasiaan antara PT Jateng Petro Energi dengan pengelola KITB.
Dukungan Penuh Gubernur untuk Daya Saing Industri
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama menegaskan bahwa KITB sebagai proyek strategis nasional harus menjadi etalase investasi yang kompetitif. "Jangan sampai KITB ini punya kawasan yang byar-pet, kadang nyala kadang mati listriknya. Susun strategi, kalau perlu bikin timeline, harus secepatnya direalisasikan energi baru terbarukan ini," tegas Luthfi dalam keterangan tertulis.
Menurut gubernur, KITB harus menjadi percontohan nasional untuk industri lain dalam penerapan energi bersih. Luthfi mengungkapkan bahwa ketersediaan energi baru terbarukan telah menjadi syarat utama bagi investor asing yang tertarik berinvestasi di Indonesia. "Setiap kali saya mempromosikan potensi investasi, pertanyaan tentang dukungan energi hijau selalu muncul. Saya jelaskan bahwa kita memiliki banyak waduk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan," paparnya.
Investasi Sistem Daya Tanpa Kedip untuk Tier 4
Direktur Utama PT Jateng Petro Energi, Dwi Budi Sulistiyana, menjelaskan bahwa investasi layanan sistem keandalan daya tanpa kedip merupakan langkah strategis untuk mewujudkan suplai listrik 24 jam nonstop. "Ini akan menunjang KITB menjadi satu-satunya kawasan industri yang mencapai tier 4 dalam keandalan energi," ujarnya.
Dwi memaparkan rencana konkret perusahaan dengan target produksi energi sebesar 180 megawatt. Meski kebutuhan KITB saat ini sekitar 60 megawatt, proyeksi dalam waktu dekat menunjukkan kebutuhan akan melonjak hingga 450 megawatt. "Kita akan bangun 180 megawatt energi baru terbarukan untuk mendukung ekonomi hijau, membuat KITB full energi bersih dengan sumber energi yang komplit," jelasnya.
Investasi ini diharapkan dapat menarik investor premium seperti industri semikonduktor, petrokimia, dan pusat data. "Selain menarik investasi bernilai tinggi, ini juga akan menciptakan lapangan kerja dengan gaji kompetitif dan transfer teknologi," tambah Dwi.
Sinergi Strategis untuk Masa Depan Industri
Direktur Utama KITB, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, menyambut positif kemitraan dengan PT JPEN. Menurutnya, kerja sama ini sangat sesuai dengan roadmap pengembangan kawasan industri yang tidak hanya mengandalkan pendapatan sewa lahan, tetapi juga sumber pendapatan jangka panjang dari sektor energi.
"Kehadiran JPEN ini melengkapi kami. Apalagi sudah ada rencana dari pemerintah pusat yang akan memanfaatkan danau sebagai panel surya untuk sumber energi," jelas Ngurah Wirawan. Konsep keandalan listrik yang ditawarkan JPEN dinilai sangat mendukung rencana pengembangan KITB, terutama untuk investasi pusat data yang membutuhkan stabilitas energi tinggi.
MoU ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kerja sama investasi yang lebih luas. Dengan dukungan energi baru terbarukan 180 megawatt, KITB diproyeksikan menjadi kawasan industri hijau terdepan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi bukti komitmen Jawa Tengah dalam transisi energi berkelanjutan.
