Harga Minyak Mentah Anjlok 5% Usai Trump Sinyalkan Kesepakatan dengan Iran
Harga Minyak Anjlok 5% Usai Trump Sinyalkan Kesepakatan Iran

Harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan sekitar 5 persen pada Minggu (24/5/2026) pukul 19.13 waktu timur (ET), mencapai level 91,65 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal adanya kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung.

Sinyal Kesepakatan dari Trump

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan tertib dan konstruktif. Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan akses Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dunia. Meskipun demikian, AS menegaskan tidak akan terburu-buru dalam mencapai kesepakatan.

Pernyataan Trump

"Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC. Pernyataan ini memberikan kelegaan bagi pasar yang sebelumnya khawatir akan gangguan pasokan minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak terhadap Pasar Minyak

Penurunan harga minyak mentah ini mencerminkan optimisme pasar bahwa potensi gangguan pasokan dari Selat Hormuz dapat dihindari. Analis memperkirakan bahwa jika kesepakatan benar-benar tercapai, harga minyak bisa terus turun dalam jangka pendek. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti proses negosiasi, sehingga pergerakan harga tetap perlu diwaspadai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga