Golkar Apresiasi Sidang DEN untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Minyak Global
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, memberikan apresiasi terhadap Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa 3 Maret 2026. Sidang ini membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan minyak dunia, dengan Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, memimpin langsung jalannya pertemuan.
Potensi Gangguan Pasokan dan Langkah Antisipatif Pemerintah
Abdul Rahman menilai langkah pemerintah ini tepat sebagai antisipasi potensi gangguan pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz. "Kita patut mengapresiasi hasil Sidang DEN sebagai upaya antisipatif pemerintah menyusul dinamika global. Sejumlah skenario sudah disiapkan, termasuk mitigasi risiko agar pasokan energi nasional tetap aman," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dunia atau setara dengan 20,1 juta barel per hari. Dia juga menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian ESDM untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan energi di dalam negeri.
Data Kebutuhan Minyak Indonesia dan Strategi Diversifikasi
Dalam sidang tersebut, disebutkan bahwa sekitar 19 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia atau sekitar 25,36 juta barel berasal dari kawasan Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Pemerintah pun menyiapkan langkah pengalihan sebagian impor minyak mentah ke negara lain dengan jalur pasokan yang lebih aman, termasuk meningkatkan suplai dari Amerika Serikat.
Selain itu, kebutuhan LPG nasional sekitar 7,3 hingga 7,8 juta ton per tahun yang masih dipenuhi melalui impor juga diarahkan untuk semakin terdiversifikasi sumbernya. "Diversifikasi energi ini bukan hanya soal mengganti negara pemasok, tetapi juga memaksimalkan semua potensi sumber energi yang sudah ada di seluruh Indonesia," tegas Abdul Rahman.
Pentingnya Optimalisasi Energi Domestik
Abdul Rahman menekankan bahwa optimalisasi energi domestik, termasuk pembangkit listrik tenaga air yang belum dimanfaatkan secara maksimal, perlu segera dipersiapkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional. "Ini adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi impor dan membangun kemandirian energi dalam jangka panjang," tambahnya.
Dengan demikian, Partai Golkar mendorong percepatan implementasi kebijakan energi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, guna mengantisipasi ketidakstabilan pasokan global dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
