BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Akhir Februari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang pada tanggal 27 hingga 28 Februari 2026. Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda beberapa daerah dalam periode tersebut.
Catatan Intensitas Hujan Ekstrem pada Periode Sebelumnya
Sebelumnya, BMKG telah mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia selama periode 20 hingga 23 Februari 2026. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di DKI Jakarta dengan akumulasi 179,7 milimeter per hari dan Jawa Barat dengan 168,5 milimeter per hari.
Selain itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga terjadi di beberapa provinsi lain, termasuk:
- Nusa Tenggara Timur: 127,7 milimeter per hari
- Banten: 111,6 milimeter per hari
- Sulawesi Selatan: 101,0 milimeter per hari
Catatan ini menunjukkan tren peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah, yang menjadi dasar bagi BMKG untuk mengeluarkan peringatan lebih lanjut.
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 27-28 Februari 2026
Dalam keterangan resminya, BMKG menyatakan bahwa periode 27-28 Februari 2026 berpotensi dilanda hujan lebat yang disertai dengan angin kencang. Fenomena cuaca ini diperkirakan dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat dan infrastruktur di daerah-daerah yang terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG," tulis lembaga tersebut dalam pernyataannya. Peringatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana alam yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan akibat angin kencang.
BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, dalam menghadapi potensi cuaca buruk ini. Langkah-langkah mitigasi dan evakuasi dini perlu dipersiapkan untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi.
Dengan adanya rilis daftar wilayah potensi hujan lebat dan angin kencang ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan responsif terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan memberikan update informasi secara berkala kepada publik.
