BMKG Terus Pantau Pergerakan Siklon Tropis Narelle di Wilayah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa keberadaan Siklon Tropis Narelle masih terdeteksi hingga Rabu, 25 Maret 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini menjadi perhatian serius bagi para ahli meteorologi di tanah air.
Asal Usul dan Perkembangan Siklon Tropis Narelle
Menurut penjelasan dari Andri Ramdhani, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, siklon tropis ini merupakan hasil perkembangan dari Bibit Siklon Tropis 96P. Bibit siklon tersebut mencapai intensitas penuh sebagai siklon tropis pada 17 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, menandai awal terbentuknya sistem cuaca yang signifikan ini.
Andri Ramdhani menambahkan bahwa Siklon Tropis Narelle mulai memasuki wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 21 Maret 2026 pukul 01.00 WIB. Hal ini menunjukkan bahwa sistem siklon telah bergerak mendekati area tanggung jawab pemantauan cuaca Indonesia, memerlukan pengawasan ketat dari pihak berwenang.
Posisi Terkini dan Analisis BMKG
Berdasarkan analisis terbaru yang dilakukan BMKG pada pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Narelle terletak di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Koordinat yang tercatat adalah 17,2 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,4 derajat Bujur Timur (BT).
Posisi ini berada sekitar 760 kilometer sebelah selatan-barat daya Pulau Sabu, memberikan gambaran jarak yang cukup jauh dari daratan utama Indonesia namun tetap dalam jangkauan pengaruh potensial terhadap kondisi cuaca regional.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan dan perkembangan siklon tropis ini, mengingat potensi dampaknya terhadap cuaca di wilayah sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi BMKG mengenai perkembangan situasi cuaca ekstrem ini.



