Satgas PRR: 97 Persen SPBU di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi Kembali
97% SPBU di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi

Pemulihan Pasokan Energi di Wilayah Bencana Sumatera Capai 97 Persen

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengumumkan kemajuan signifikan dalam pemulihan layanan energi di daerah terdampak. Mayoritas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Data Operasional SPBU dan Fasilitas Pendukung

Berdasarkan data terkini per 4 Maret 2026, dari total 156 SPBU yang terdampak di tiga provinsi utama—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—sebanyak 151 unit telah beroperasi kembali. Angka ini mencapai sekitar 97 persen dari total fasilitas pengisian bahan bakar.

Selain SPBU, pemulihan juga mencakup fasilitas pendukung energi:

  • Seluruh 11 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terdampak telah beroperasi 100 persen
  • Sebanyak 131 agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) dilaporkan telah berfungsi normal kembali

Untuk mengantisipasi kebutuhan pasokan, Satgas PRR telah menyiapkan delapan SPBU alternatif yang sebagian besar berlokasi di wilayah Aceh Tengah. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) di daerah yang masih mengalami kendala distribusi.

Tantangan Distribusi yang Masih Dihadapi

Meski persentase operasional SPBU sangat tinggi, distribusi BBM masih menghadapi hambatan di beberapa wilayah akibat kondisi infrastruktur jalan yang belum pulih sepenuhnya.

Di Provinsi Aceh, kelima SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akses jalan menuju lokasi. Distribusi BBM juga terkendala di rute dari Lhokseumawe menuju beberapa kabupaten seperti Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Kuta Blang, dan Meureudu karena jalan masih dalam tahap perbaikan.

Sementara di Sumatera Utara, meski seluruh 406 SPBU yang terdampak telah beroperasi normal bersama 46 SPBE dan 383 agen LPG, distribusi energi masih terhambat di beberapa titik seperti Kabupaten Humbang Hasundutan akibat akses jalan yang terputus.

Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat di mana seluruh 147 SPBU terdampak telah berfungsi, ditambah 14 SPBE dan 172 agen LPG. Namun, distribusi melalui jalur Lembah Anai dan Malalak belum dapat dilakukan sehingga dialihkan ke jalur alternatif Sitinjau Lauik.

Pernyataan Resmi dan Prioritas Pemulihan

Ketua Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan pasokan energi menjadi prioritas utama dalam percepatan rehabilitasi daerah terdampak.

"Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet," jelas Tito dalam konferensi pers di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Satgas PRR menilai pemulihan layanan energi, komunikasi, dan infrastruktur dasar sebagai indikator penting untuk memastikan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat kembali berjalan normal. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.