Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Bus, Maksimal 10 Menit
Transjakarta Izinkan Buka Puasa di Bus, Maksimal 10 Menit

Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Bus Selama Ramadan

PT Transjakarta resmi mengumumkan kebijakan baru yang mengizinkan penumpang untuk berbuka puasa di dalam bus selama bulan Ramadan. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba, memastikan ibadah puasa dapat dijalankan dengan nyaman.

Durasi Maksimal 10 Menit untuk Jaga Kenyamanan

Penumpang yang berbuka puasa diperbolehkan mengonsumsi air minum dan makanan ringan selama menggunakan layanan Transjakarta. Namun, durasi makan dan minum dibatasi maksimal 10 menit agar tetap menjaga kenyamanan bersama di dalam bus. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pelanggan dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sambil mengajak semua pihak untuk menjaga kebersihan dan ketertiban.

Selain itu, Transjakarta menyediakan alternatif bagi penumpang yang ingin membeli makanan berbuka puasa dengan mengarahkan mereka ke area ritel atau tenant yang tersedia di sejumlah halte. Selama Ramadan 1447 H, layanan Transjakarta tetap beroperasi normal 24 jam pada 14 koridor utama, menunjukkan komitmen perusahaan dalam melayani masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program Bukadijalan: Bagikan Lebih dari 520 Ribu Takjil Gratis

Sebagai bagian dari inisiatif Ramadan, Transjakarta meluncurkan program "Bukadijalan" yang akan membagikan lebih dari 520 ribu paket takjil gratis. Distribusi dilakukan di seluruh halte Bus Rapid Transit (BRT) pada 14 koridor utama, 10 rute Royaltrans, 11 rute Transjabodetabek, dan enam titik bus stop. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memastikan penumpang dapat membatalkan puasa dengan nyaman dan tepat waktu.

Produk takjil yang disediakan mencakup biskuit oat gandum kurma, air mineral, buah pisang, jus, minuman isotonik, dan camilan lainnya. Kerja sama dengan enam perusahaan swasta turut mendukung kelancaran program ini, memperkuat peran Transjakarta sebagai moda transportasi yang peduli terhadap kebutuhan sosial.

Ngebuburide dan Ramadan Corner untuk Edukasi dan Pemberdayaan UMKM

Transjakarta juga mengadakan program "Ngebuburide" berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan lima kali seminggu dan melibatkan anak-anak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta lansia dari panti werda. Mereka diajak untuk menikmati tur bus, mengikuti diskusi kreatif di halte, dan buka puasa bersama, dengan tujuan menanamkan edukasi transportasi publik sejak dini.

Selain itu, Transjakarta mengoptimalkan fungsi Halte MH Thamrin sebagai Ramadan Corner, yang disulap menjadi ruang publik estetik untuk mendukung pemberdayaan UMKM lokal. Penumpang dapat berbelanja produk pilihan atau menikmati suasana sembari menunggu waktu berbuka. Welfizon Yuza menambahkan bahwa Transjakarta ingin hadir sebagai "lifestyle hub" yang humanis, mengintegrasikan aspek sosial, edukasi, dan ekonomi dalam ekosistem transportasi publik.

Dengan berbagai program ini, Transjakarta berharap perjalanan pelanggan selama Ramadan tetap terasa nyaman, tertib, dan penuh makna, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi yang inklusif dan berempati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga