Helikopter Super Puma Dikerahkan untuk Operasi Pencarian di Sekadau Kalbar
Sebuah helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Insiden ini memicu respons cepat dari pihak berwenang, dengan mengerahkan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio dalam operasi pencarian yang intensif.
Koordinasi dan Pengiriman Tim Pencarian
ADC Kepala Kantor SAR (Basarnas) Pontianak, Ridwansyah, mengonfirmasi bahwa koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi terkait, termasuk Komandan Lanud Supadio, untuk mempercepat proses pencarian. Helikopter Super Puma diberangkatkan dari Lanud Supadio sekitar pukul 13.10 WIB pada Kamis, 16 April 2026, sebagai bagian dari upaya darurat ini.
Ridwansyah menekankan bahwa pencarian tidak hanya dilakukan melalui udara, tetapi juga diperkuat melalui jalur darat. Sebanyak tiga kendaraan telah dikerahkan menuju lokasi terakhir hilangnya kontak helikopter di Kecamatan Nanga Taman. Kendaraan tersebut terdiri dari satu mobil komunikasi dan dua mobil bak (Hilux) yang membawa perlengkapan operasional.
Personel dan Strategi Pencarian Terpadu
Operasi pencarian melibatkan sebanyak 20 personel yang dikerahkan melalui jalur darat, ditambah dua personel yang diterjunkan melalui jalur udara menggunakan helikopter Super Puma. Tim SAR gabungan terus memaksimalkan pencarian, baik melalui udara maupun darat, dengan fokus pada area yang diduga menjadi lokasi terakhir hilangnya kontak.
Pendekatan terpadu ini melibatkan berbagai unsur untuk memastikan cakupan yang luas dan efisien dalam menanggapi insiden ini. Basarnas Pontianak berkomitmen untuk menggunakan semua sumber daya yang tersedia guna menemukan helikopter yang hilang kontak tersebut.
Latar Belakang dan Implikasi
Kehilangan kontak helikopter di wilayah terpencil seperti Sekadau menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat kondisi geografis yang mungkin menantang. Operasi pencarian ini mencerminkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menangani keadaan darurat penerbangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan dukungan kepada tim pencarian, sementara investigasi lebih lanjut dilakukan untuk menentukan penyebab pasti hilangnya kontak. Upaya ini diharapkan dapat membawa hasil positif dalam waktu dekat.



