Qatar Mulai Buka Kembali Wilayah Udara Secara Terbatas Usai Penutupan
Qatar Buka Kembali Wilayah Udara Secara Terbatas

Qatar Mulai Buka Kembali Wilayah Udara Secara Terbatas Usai Penutupan

Otoritas penerbangan Qatar telah mengumumkan bahwa wilayah udara negara Teluk tersebut akan dibuka kembali secara sebagian, setelah sebelumnya ditutup menyusul kampanye rudal dan drone Iran sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026, menandai langkah awal dalam pemulihan operasi penerbangan di kawasan yang terdampak konflik Timur Tengah.

Rute Kontingensi dengan Kapasitas Terbatas

Otoritas Penerbangan Sipil Qatar menyatakan bahwa navigasi udara di negara itu akan dimulai kembali melalui rute kontingensi yang telah ditentukan, namun dengan kapasitas operasional yang masih terbatas. Fase ini mencakup pengoperasian sejumlah penerbangan terbatas, yang terutama ditujukan untuk evakuasi penumpang yang terlantar serta operasi kargo udara. Hal ini menunjukkan prioritas pada kebutuhan kemanusiaan dan logistik dalam situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Penundaan Penerbangan Komersial dan Informasi Terbaru

Sementara itu, untuk penerbangan komersial, otoritas meminta agar penumpang menunggu informasi terbaru dari maskapai penerbangan masing-masing. Kantor Berita Qatar melaporkan bahwa penerbangan terjadwal ke dan dari Doha belum termasuk dalam operasi awal ini, dan akan dilanjutkan hanya setelah pengumuman resmi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali wilayah udara secara penuh.

Konfirmasi dari Bandara Internasional Hamad

Bandara Internasional Hamad, bandara utama Qatar, mengkonfirmasi dalam pernyataannya bahwa pengoperasian sejumlah penerbangan terbatas khusus untuk evakuasi dan kargo telah dimulai pada hari Sabtu tersebut. Namun, bandara juga menekankan bahwa pengoperasian penerbangan tambahan dalam beberapa hari mendatang akan tetap bergantung pada penilaian situasi keamanan yang sedang berlangsung, mengindikasikan bahwa keputusan ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan.

Langkah ini diambil dalam konteks ketegangan regional yang meningkat, di mana Qatar sebelumnya telah terlibat dalam upaya pencegatan drone Iran bersama negara-negara lain di kawasan. Pembukaan kembali wilayah udara secara terbatas diharapkan dapat meringankan dampak terhadap perjalanan dan perdagangan, sambil tetap mempertimbangkan faktor keamanan yang kritis.