Penumpang Tahan Pintu Whoosh Bikin Kereta Cepat Terlambat, KCIC Mengecam
Penumpang Tahan Pintu Whoosh, KCIC Mengecam Aksi Viral

Penumpang Tahan Pintu Whoosh Bikin Perjalanan Kereta Cepat Terlambat, KCIC Mengecam Keras

Aksi seorang penumpang kereta cepat Whoosh menjadi viral di media sosial setelah ia menahan pintu kereta karena barang miliknya ketinggalan di peron. Ulah ini menyebabkan perjalanan Whoosh mengalami keterlambatan, seperti diungkapkan oleh pihak KCIC dalam keterangan resminya.

Kronologi Insiden di Stasiun Padalarang

Dari video yang beredar luas, terlihat penumpang tersebut berupaya menahan pintu Whoosh yang sedang menutup. Seorang petugas keamanan kemudian memberikan barang yang tertinggal di peron kepada penumpang itu. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi di Stasiun Padalarang pada Selasa, 7 April 2026.

Eva menegaskan bahwa penumpang itu menyadari ada barangnya yang tertinggal di peron, sehingga ia memaksa menahan pintu kereta. Tindakan ini mengganggu sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta, yang berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sarana transportasi tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Keterlambatan dan Respon KCIC

Akibat ulah penumpang tersebut, jadwal pemberangkatan Whoosh yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB, menyebabkan keterlambatan dua menit. Eva Chairunisa dengan tegas mengecam tindakan ini, menyatakan bahwa selain melanggar aturan, aksi tersebut sangat berpotensi merusak sarana dan merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan.

Setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis, dan menahan pintu secara paksa dapat menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dengan baik. KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh sebelum pintu ditutup, serta mengingatkan penumpang untuk memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaannya sebelum memasuki kereta.

Imbauan dan Solusi dari KCIC

Eva menambahkan bahwa penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta jika ada barang tertinggal melalui sistem Lost and Found milik KCIC, sehingga tidak perlu mengambil tindakan berbahaya seperti menahan pintu. Penumpang yang terlibat dalam insiden ini telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa depan.

KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh, tutur Eva dalam pernyataannya. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran dan kedisiplinan penumpang dalam menggunakan transportasi umum yang canggih seperti kereta cepat Whoosh.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga